Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau turut mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
Kondisi tersebut membuat sekitar 50 jemaah umrah asal Provinsi Bengkulu sempat tertunda keberangkatannya pada Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026).
Kepala Kementerian Haji Bengkulu Selatan, Midi Saherman, mengatakan informasi mengenai penundaan keberangkatan jemaah tersebut diperoleh dari pihak travel.
Menurutnya, gangguan penerbangan terjadi karena kondisi udara di sekitar Bandara Soekarno-Hatta yang berkabut dengan jarak pandang terbatas.
Midi menjelaskan, kondisi kabut yang cukup tebal membuat aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sempat dihentikan demi alasan keselamatan.
“Informasi dari pihak travel, memang kemarin ada jemaah travel kita yang sempat tertunda keberangkatannya. Di Bandara Soekarno-Hatta, kabut terlalu tebal sehingga penerbangan dihentikan,” ujar Midi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (8/9/2026).
Baca juga: Setelah 2 Hari Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 16 Penerbangan Kembali Beroperasi
Akibat penghentian sementara tersebut, jadwal keberangkatan sejumlah jemaah umrah asal Bengkulu harus diundur hingga kondisi penerbangan dinilai memungkinkan.
Berdasarkan informasi yang diterima Midi, sekitar 50 jemaah asal Provinsi Bengkulu sempat tidak dapat berangkat sesuai jadwal.
“Karena dikhawatirkan kondisi penerbangan belum memungkinkan, keberangkatan jemaah terpaksa ditunda dan dijadwalkan kembali pada hari berikutnya,” jelasnya.
Setelah kondisi penerbangan memungkinkan, keberangkatan jemaah kembali dilakukan sesuai penjadwalan ulang.
Pada Selasa (8/9/2026), Midi menerima informasi dari pihak travel bahwa sebagian jemaah umrah asal Bengkulu telah tiba di Mekkah dengan selamat.
Jemaah dan keluarga untuk terus mengikuti informasi resmi dari pihak travel maupun maskapai, khususnya selama kondisi penerbangan masih dipengaruhi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Untuk perkembangan keberangkatan, kami terus menerima informasi dari pihak travel. Jemaah juga diharapkan tetap mengikuti arahan dan informasi resmi agar perjalanan dapat berjalan dengan aman,” katanya.
Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas. Karena itu, penundaan dilakukan apabila kondisi udara belum memungkinkan pesawat beroperasi secara normal.
Dengan sebagian jemaah telah tiba di Mekkah, diharapkan seluruh rangkaian perjalanan umrah jemaah asal Bengkulu berikutnya dapat berlangsung aman dan lancar.