Timgab Satpol PP Kabupaten Bangka Gelar Rakor Darurat, Kebakaran Lahan Capai 500 Hektare
Ardhina Trisila Sakti September 08, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suasana depan Kantor Damkar Satpol PP Kabupaten Bangka nampak berbeda seperti biasanya, Selasa (8/9/2026) siang.

Damkar Satpol PP Bangka sengaja menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak dari berbagai lintas sektoral untuk menangani permasalahan Karhutla di Kabupaten Bangka dan sekitarnya.

Nampak, hadir dari BPBD, KPHP, PDAM, pihak kepolisian, TNI, PT Timah serta instansi terkait lainnya yang ikut terlibat dalam rapat bersama.

​Plt. Kasatpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman mengungkapkan keprihatinannya atas eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di wilayah Kabupaten Bangka sejak Januari hingga saat ini.

"Berdasarkan catatan di lapangan, luas lahan yang terbakar telah mencapai kisaran 400-500 hektare, dengan berbagai kejadian menonjol termasuk di wilayah Belinyu, Parai dan Kemuja," kata Achmad Suherman.

​Intensitas kebakaran tercatat cukup tinggi, rata-rata terjadi 4-10 titik api dalam sehari, baik pada siang maupun malam hari.

Besarnya kobaran api bahkan sempat merembet dari kawasan hutan masuk ke wilayah pemukiman, mengakibatkan terbakarnya dua unit rumah warga, satu unit sepeda motor, serta barang berharga lainnya.

"Kendala di lapangan semakin bertambah ketika titik api berada di area perbukitan terjal setinggi ratusan meter, yang memaksa personel pemadam melakukan penanganan secara manual dengan berjalan kaki," ucapnya.

​Terkait permasalahan ini, Satpol PP Kabupaten Bangka menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral bersama BPBD, KPHP, PDAM, pihak kepolisian, TNI serta instansi terkait lainnya.

"Rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mengevaluasi hambatan di lapangan, mengingat seringkali terjadi peristiwa kebakaran di beberapa titik berbeda secara bersamaan dalam satu waktu," ungkapnya.

Kepala KPHP Sigambir Kotawaringin, Tanaim mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi di lapangan. Dengan luas wilayah kerja yang mencakup lintas timur Kotawaringin hingga Air Anyir, pihaknya hanya didukung oleh dua orang personel polisi hutan.

​"Bayangkan, dengan luas seperti ini, polisi hutannya hanya dua orang. Harus menjaga mulai dari Kotawaringin sampai Air Anyir," kata Tanaim.

​Meski dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana, penanganan karhutla dapat berjalan berkat sinergi lintas instansi dan bantuan masyarakat.

Tanaim menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu membantu di lapangan, mulai dari Damkar, BPBD, Satpol PP, jajaran TNI-Polri, hingga pihak swasta seperti PT Timah serta berbagai elemen masyarakat dan Babinsa atau Bhabinkamtibmas.

"Saat ini, petugas tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga melanjutkan tahap pendinginan guna memastikan titik-titik api benar-benar padam," bebernya.

​Tanaim telah menginstruksikan jajaran Polisi Hutan, untuk memperketat patroli di sejumlah titik rawan yang dilaporkan oleh pihak Kesatuan Pengamatan dan Penegakan Hukum (Kasat PPH).

Ia menyebutkan bahwa sebagian besar titik api yang tengah ditangani saat ini berada di luar kawasan hutan, salah satunya di wilayah Bukit Skip dan KPHP Sigambir Kotawaringin mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat, khususnya para petani dan pekebun yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan.

​"Kami mohon kepada semua masyarakat, terutama yang berkebun di kawasan hutan untuk menjaga dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga hutan ini agar dampaknya bisa dirasakan untuk jangka panjang, hari ini maupun esok hari," imbaunya. 

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.