Benarkah 6 Gunung Indonesia Erupsi Bersamaan Hasil Rekayasa Teknologi HAARP? Ini Penjelasan Pakar
valencia frida varendy September 08, 2026 05:42 PM

Pakar kebencanaan Dr. Daryono membuka suara soal tuduhan dari Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ulta Levenia Nababan, yang menduga aktivitas gunung api berkaitan dengan teknologi HAARP.

Ia membantah keras peristiwa erupsi sejumlah gunung api di Indonesia adalah hasil rekayasa teknologi.

Melalui media sosial X-nya pada Selasa (8/9), Daryono menyebut tudingan itu tidak masuk akal secara ilmu kebumian.

Ia menjelaskan, erupsi gunung api terjadi akibat proses alami di dalam bumi.

Magma dari dalam bumi bergerak naik karena tekanan dan pergerakan material di bawah permukaan.

“Tudingan bahwa fenomena erupsi beberapa gunung api di Indonesia disebabkan oleh rekayasa teknologi atau senjata konspirasi sama sekali tidak masuk akal secara ilmu kebumian,” jelasnya.

Tekanan di dalam kantong magma bahkan bisa mencapai ratusan megapascal.

Atas hal itu, menurut Daryono, tak ada teknologi gelombang elektromagnetik atau ledakan buatan manusia yang mampu menembus kerak bumi dan sengaja memicu erupsi.

Daryono juga mengingatkan, Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

Yakni, Indonesia menjadi titik pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar.

Sehingga aktivitas gempa dan gunung api memang lebih sering terjadi.

Ia mengatakan, sebelum erupsi biasanya terdapat tanda-tanda geofisika.

Seperti gempa vulkanik dan tremor, yang menunjukkan adanya pergerakan magma.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.