TOBOALI, BABEL NEWS - Capaian program cek kesehatan gratis (CKG) di Kabupaten Bangka Selatan, hingga Agustus 2026 telah mencapai 36,24 persen. Angka tersebut melampaui target capaian kumulatif pada periode yang sama sebesar 30,67 persen. Pemerintah daerah tetap mendorong percepatan pelaksanaan CKG agar target tahunan dapat tercapai guna meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa, bilang capaian tersebut masih harus terus didorong karena target CKG tahun ini ditetapkan mencapai 46 persen. Capaian yang sudah berada di atas target Agustus menjadi modal untuk mengejar sasaran hingga akhir tahun.
Pihaknya juga melakukan monitoring dan evaluasi sekaligus sosialisasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah. "Jadi kita memang kita kejar targetnya agar di angka 46 persen di tahun ini bisa tercapai," kata Agus Pranawa, Senin (7/9).
Agus Pranawa membeberkan, berdasarkan kelompok usia capaian CKG menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap klaster sasaran. Klaster bayi baru lahir dan prasekolah mencapai 30,13 persen, sedangkan klaster balita dan anak sekolah berada di angka 21,13 persen. Sementara itu, capaian klaster remaja mencapai 28,44 persen, dewasa 40,31 persen dan usia lanjut 38,99 persen.
Dari capaian tersebut, Bangka Selatan saat ini masih berada dalam jajaran tiga besar capaian CKG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Posisi pertama ditempati Kabupaten Bangka, sedangkan Bangka Selatan berada di bawah daerah tersebut bersama Belitung Timur dalam kelompok tiga besar.
Posisi tersebut menjadi catatan bagi DKPPKB, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya agar capaian tidak berhenti di angka saat ini. "Untuk peringkat CKG-nya Kabupaten Bangka Selatan masih di nomor dua dengan capaian terbanyak," jelas Agus Pranawa.
Adapun percepatan CKG dilakukan dengan memperluas sosialisasi hingga ke tingkat wilayah dan melibatkan sejumlah instansi yang memiliki akses langsung kepada masyarakat. Dinkes menggandeng kepala organisasi perangkat daerah, camat, Kementerian Agama, lurah serta pemangku kepentingan lainnya agar masyarakat di masing-masing wilayah mengetahui dan memanfaatkan layanan tersebut. Keterlibatan lintas sektor dinilai penting karena Puskesmas akan kesulitan menjangkau sasaran apabila hanya mengandalkan tenaga kesehatan.
Masyarakat yang telah mendapatkan sosialisasi CKG diarahkan untuk memanfaatkan layanan tersebut di Puskesmas maupun melalui kegiatan Posyandu. Pemeriksaan juga diharapkan tidak berhenti setelah masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya, terutama ketika ditemukan penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Agus Pranawa menyoroti hipertensi dan diabetes melitus sebagai penyakit yang banyak menjadi perhatian dalam pemeriksaan kesehatan. Diakuinya, temuan penyakit dari pelaksanaan CKG akan diarahkan untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai kondisi pasien.
Masyarakat yang ditemukan mengalami hipertensi atau diabetes melitus diharapkan memperoleh edukasi sekaligus pengobatan agar kondisi tersebut dapat segera ditangani. Jika membutuhkan penanganan lanjutan, pasien dapat kembali melakukan kunjungan ke Puskesmas atau mendapat rujukan ke rumah sakit.
"Ketika ada penyakitnya itu kita harapkan masyarakat sudah mendapatkan edukasi dan juga pengobatan," pungkas Agus Pranawa. (u1)
Minta Stakeholder Gencarkan Sosialisasi
MASIH banyak masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan, yang belum mengetahui adanya program cek kesehatan gratis (CKG) di Puskesmas. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah meminta seluruh stakeholder ikut menginformasikan program tersebut hingga ke wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa, berujar sosialisasi menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat mengetahui layanan CKG yang tersedia di Puskesmas. Pemerintah daerah meminta perangkat daerah, kecamatan hingga kelurahan dan desa turut menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan stakeholder diperlukan agar sasaran yang telah ditetapkan pemerintah pusat dapat dijangkau secara maksimal. "Kendalanya paling dari masyarakat terkait dengan sosialisasi, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwasanya kita ada cek kesehatan gratis," ujar Agus Pranawa, Senin (7/9).
Agus Pranawa menjelaskan, program CKG menyasar masyarakat berdasarkan kelompok usia atau siklus hidup sehingga jenis pemeriksaan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Sasaran tersebut meliputi bayi baru lahir, balita dan anak prasekolah, anak sekolah dan remaja, dewasa hingga lanjut usia. Pelaksanaan CKG dilakukan satu kali dalam setahun untuk setiap sasaran yang telah ditentukan.
"Program CKG disesuaikan secara personal berdasarkan kelompok usia atau siklus hidup untuk memastikan deteksi dini penyakit yang paling relevan," jelas Agus Pranawa. (u1)