Pemkab Bangka Selatan Uji Pertanian Modern
Ajie Gusti Prabowo September 08, 2026 06:03 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Produktivitas padi di Kabupaten Bangka Selatan menunjukkan peningkatan pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata hasil panen yang sebelumnya 4,02 ton per hektare naik menjadi 4,51 ton per hektare. Di tengah peningkatan tersebut, pemerintah daerah mulai menguji penerapan sistem pertanian modern untuk mendorong produktivitas lebih tinggi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, peningkatan produktivitas menjadi indikator membaiknya hasil budi daya padi di sejumlah sentra persawahan. Tahun ini rata-rata hasil panen mencapai 4,51 ton per hektare, meningkat 0,49 ton dibandingkan capaian 2025. Pemerintah daerah menargetkan produksi padi Bangka Selatan hingga akhir 2026 mencapai 32.000 ton.

"Produktivitas padi tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan 2025, tahun lalu rata-rata hasil panen berada di angka 4,02 ton per hektare, sedangkan tahun 2026 meningkat menjadi 4,51 ton per hektare," kata Risvandika, Selasa (8/9).

Menurutnya, target produksi tersebut dinilai masih realistis untuk dicapai karena capaian pada semester pertama telah melampaui 55 persen dari target tahunan. Produksi itu dihitung hingga berakhirnya musim tanam II yang menjadi penopang utama hasil panen pada semester pertama. Dengan capaian tersebut, pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk mengejar kekurangan produksi hingga akhir tahun.

"Produksi beras Kabupaten Bangka Selatan dipastikan telah mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat berdasarkan prognosis kebutuhan beras," jelas Risvandika.

Upaya meningkatkan produksi juga dilakukan melalui penerapan Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System atau PM-AAS dari Kementerian Pertanian. Program tersebut mulai diterapkan di Desa Rias dengan potensi lahan sekitar 400 hektare untuk periode penanaman Agustus-September 2026. 

Namun, hingga saat ini penanaman yang telah dilakukan masih berada di kisaran dua hektare sehingga pelaksanaan program tersebut masih dalam tahap awal. "Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan BRMP dan BWS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan tersebut," sebutnya.

Pelaksanaan PM-AAS di Bangka Selatan masih berada dalam tahap uji coba sehingga hasil penerapannya akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya. Pemerintah daerah berharap penggunaan sistem pertanian modern dapat memberikan lompatan produktivitas dibandingkan rata-rata hasil panen saat ini. Target yang dipasang bahkan lebih dari dua kali lipat produktivitas rata-rata padi Bangka Selatan pada 2026 yakni sebesar 10 ton per hektare. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.