Prabowo Naikkan Anggaran Mitigasi Bencana, Pengamat: Pemerintah Terlambat Antisipasi
Laksmi Anindita September 08, 2026 06:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penambahan anggaran untuk mitigasi dan penanganan bencana.

Namun, langkah tersebut dinilai pengamat politik Efriza sebagai respons yang cenderung reaktif karena disampaikan setelah sejumlah bencana terjadi di berbagai daerah.

Efriza menilai pemerintah masih lebih menitikberatkan pada penanganan setelah bencana dibandingkan upaya antisipasi dan pencegahan sejak awal.

"Apa yang dilakukan Pak Presiden Prabowo, saya rasa ini adalah sebuah bentuk reaktif, karena sudah terjadi baru anggaran itu mulai diperhitungkan untuk ditingkatkan," ujar Efriza dalam program On Focus yang diunggah di kanal YouTube Tribunnews, Senin (7/9/2026).

Menurut Efriza, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa aspek pencegahan belum menjadi fokus utama sejak awal.

"Artinya sudah terjadi, pencegahan tidak dilakukan sejak awal. Yang terjadi adalah sebuah upaya pasca-terjadinya bencana," katanya.

Sebelumnya, Prabowo meminta agar alokasi anggaran untuk mitigasi bencana ditambah secara signifikan.

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) mengenai perkembangan penanganan bencana alam pada Senin (7/9/2026).

Prabowo menilai peningkatan anggaran diperlukan karena Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam tinggi.

"Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintahan yang saya pimpin. Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," ujar Prabowo, dikutip dari siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/9/2026).

Menurut Efriza, kondisi geografis Indonesia seharusnya menjadi alasan bagi pemerintah untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan, bukan hanya meningkatkan anggaran setelah bencana terjadi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.