Lanal Ranai Bersama Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Dua Titik Karhutla di Natuna
Septyan Mulia Rohman September 08, 2026 07:28 PM


TRIBUNBATAM.id, NATUNA
- Sinergi lintas instansi kembali diuji menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Prajurit Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai ikut menyumbang tenaga bersama Satga Gabungan yang terdiri dari personel Polres Natuna, Pemadam Kebakaran Natuna dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna.

Mereka bergerak bersama menangani dua titik kebakaran sekaligus dalam sehari pada Senin (7/9/2026).

Kebakaran pertama terjadi di wilayah Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguran Batubi.

Jarak perjalanan darat dari Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguran Batubi, menuju pusat pemerintahan Kabupaten Natuna di Ranai (Kecamatan Bunguran Timur) adalah sekitar 78 kilometer. 
 
 Perjalanan darat ini umumnya memakan waktu tempuh normal sekitar 2 jam berkendara menggunakan mobil atau sepeda motor. [1]

Begitu menerima informasi adanya titik api, Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Yusuf Yanto, langsung memerintahkan prajuritnya menyiapkan peralatan dan bergerak menuju lokasi.

Danlanal Ranai turut mendampingi langsung prajuritnya dalam proses pemadaman bersama tim gabungan.

Kebakaran tersebut menghanguskan lahan yang diperkirakan mencapai 18 hektare.

Api diketahui mulai muncul sekira pukul 16.05 WIB.

Tim gabungan kemudian tiba dan memulai proses pemadaman sekira pukul 17.33 WIB.

Jarak lokasi yang cukup jauh dari Kota Ranai menjadi salah satu kendala dalam proses menuju titik kebakaran.

Selama sekitar dua jam, prajurit Lanal Ranai bersama tim gabungan berjibaku memadamkan api.

Setelah api berhasil dipadamkan hingga gelap malam, petugas kembali menyisir untuk memastikan tidak ada titik panas yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Personel kemudian melakukan pengecekan peralatan dan evaluasi sebelum meninggalkan lokasi.

Namun, belum lama berselang, tim gabungan kembali mendapat laporan adanya titik api di Desa Sungai Ulu.

Jarak berkendara dari Desa Sungai Ulu menuju pusat pemerintahan Kabupaten Natuna di Kota Ranai sangatlah dekat, yakni hanya sekitar 8,5 kilometer.

Waktu tempuh normal menggunakan sepeda motor atau mobil berkisar antara 10 hingga 15 menit perjalanan saja. 

Tanpa menunggu lama, personel kembali bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kali ini, kebakaran melanda lahan sekitar satu hektare.

Tim gabungan berhasil mengendalikan api dan memastikan tidak terdapat lagi titik panas yang berpotensi kembali menyala.

Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Yusuf Yanto mengatakan penyebab kebakaran di kedua lokasi tersebut masih dalam penyelidikan.

"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saya mengimbau kepada warga tetap mewaspadai adanya lahan yang berpotensi kebakaran, tetap jaga kesehatan dan perlindungan diri jika keluar rumah," ujar Yusuf.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan karhutla menjadi bagian penting untuk mempercepat proses pemadaman, terutama ketika kebakaran terjadi di wilayah yang cukup luas.

Dalam beberapa waktu terakhir, prajurit Lanal Ranai bersama tim gabungan juga telah beberapa kali turun langsung menangani kebakaran di sejumlah wilayah Kabupaten Natuna.

Yusuf mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

"Di masa musim kemarau, wilayah Natuna menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami karhutla. Diharapkan warga Natuna sama-sama menjaga daerahnya untuk tidak melakukan hal yang berpotensi menjadi bencana sehingga dapat merugikan masyarakat dan daerah itu sendiri," pungkasnya. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.