SURYAMALANG.COM, AUSTRALIA - Kekalahan 2-0 dari Timnas U-20 Indonesia yang memupuskan harapan Australia lolos ke Piala Asia U-20 2027 berbuntut panjang di media sosial.
Seorang kreator konten Australia justru mencibir Indonesia tidak paham sepak bola alih-alih mengakui keunggulan lawan.
Sontak, para penggawa muda Indonesia seperti Welber Jardim hingga Mathew Baker langsung melancarkan balasan menohok untuk menuntut rasa hormat.
Sebelumnya, Timnas U-20 Indonesia dipastikan lolos ke putaran final usai mengalahkan Australia pada Minggu (6/9/2026) sore WIB di New Laos National Stadium, Vientiane.
Baca juga: Timnas Indonesia U-20 Lolos ke Piala Asia U-20 2027 Usai Menggasak Australia 2-0, Jadi Pemuncak Grup
Anak asuh Nova Arianto sukses menang 2-0.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi balas dendam sempurna kepada Australia, yang berhasil mengalahkan Garuda Asia di ASEAN U-19 Championship beberapa bulan sebelumnya.
Kekalahan tersebut membuat Australia gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027.
Hasil ini sangat ironis karena Australia datang ke babak kualifikasi sebagai juara bertahan Piala Asia U-20 2025.
Selain itu, mereka sempat sangat diunggulkan karena berada satu grup dengan tiga negara Asia Tenggara, yaitu Timnas U-20 Indonesia, Laos, dan Malaysia.
Kegagalan Australia memancing pernyataan kurang respek dari seorang kreator konten bernama Olantakkers di siniar YouTube Failedfootballerpod pada Senin (7/9/2026).
Dalam pernyataan tersebut, Indonesia dinilai sebagai negara yang tidak memahami sepak bola sama sekali.
"Mari bicara tentang tim Australia yang tidak lolos kualifikasi Piala Asia," ujar Olantakkers dikutip dari Failedfootballerpod.
"Mereka memenanginya pada tahun 2025 dan sekarang mereka tersingkir. Mereka kalah dari Indonesia, kawan" imbuhnya.
"Sekarang, saya tidak ingin bersikap tidak sopan, tetapi ayolah. Ini Indonesia, kawan. Kalian tahu, orang-orang ini tidak paham sepak bola," kata Olantakkers.
Pernyataan tersebut membuat banyak pemain Timnas U-20 Indonesia tidak terima. Mereka meminta si kreator konten untuk menghormati Indonesia melalui kolom komentar.
'Respek Indonesia,' balas Welber Jardim di kolom komentar.
Baca juga: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Pembuka Lawan Singapura hingga Malaysia
'Jadi, mengapa Anda bisa kalah?' tulis Evandra Florasta di kolom komentar yang sama.
'Podcast mums dh, membuat peralatan podcast semakin mahal,' ujar Timothy Baker.
'Mereka bilang 'Ini Indonesia bro' menunjukkan mereka tidak tahu apa pun soal negaranya atau sepak bola, hormati Indonesia' sambung Mathew Baker.
'Apa yang Anda tahu soal Indonesia' tambah Theo Leeming.
Di sisi lain, gelandang Timnas U-20 Indonesia, Aleandro Alan Maulana, mengaku bangga bisa menembus Piala Asia U-20 2027.
Timnas tampil solid saat berhadapan dengan Laos, Malaysia, dan Australia di Grup H pada babak kualifikasi.
Sempat ditahan imbang Malaysia, Garuda Nusantara bangkit dan sukses mengalahkan Laos dan Australia.
Mengoleksi tujuh poin, pasukan Nova Arianto lolos dengan status juara grup dan tanpa kebobolan.
Baca juga: PSSI Bantah Coret Rizky Ridho, Pilar Abroad Eropa Siap Ikut TC Timnas Indonesia FIFA ASEAN Cup 2026
Hasil tersebut jadi modal penting bagi mereka untuk bertarung di kancah Asia tahun depan dan mengejar tiket ke Piala Dunia.
Aleandro Alan Maulana menjelaskan, hal ini menjadi pencapaian tersendiri karena bisa mengantar Indonesia ke Piala Asia.
Tentunya, perjuangan yang mereka lewati tidak mudah karena semua tim memiliki misi yang sama untuk lolos.
"Saya tentu merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan Timnas Indonesia. Sampai akhirnya lolos ke putaran final Piala Asia U-20," kata Aleandro dilansir dari laman Persebaya.
Menariknya, tim pelatih memberikan kepercayaan penuh kepada pemain berusia 18 tahun tersebut.
Aleandro selalu tampil di semua pertandingan dan bermain menjadi starter saat menghadapi Laos dan Australia.
Pengalaman ini cukup penting bagi pemain muda untuk bisa menambah jam terbang di ajang internasional.
"Pengalaman selama di timnas sangat berharga bagi saya. Saya bersyukur mendapat kepercayaan untuk bermain dan bisa membantu tim meraih hasil yang diinginkan," ujarnya.
Pemain yang biasa disapa Alan ini melanjutkan, banyak pelajaran yang bisa diambil dari Timnas U-20 Indonesia.
Selama pemusatan latihan, mereka mendapatkan materi latihan ketat dan disiplin ala Nova Arianto.
Menurut Alan, hal inilah yang membuat Garuda Nusantara memiliki mental kokoh meski harus bertanding melawan tim kuat seperti Australia.
"Selama bersama timnas, saya mendapatkan banyak pengalaman baru. Saya belajar dari pelatih dan pemain lain, terutama bagaimana menjaga fokus, disiplin, dan menjalani pertandingan dengan tanggung jawab," terangnya.
Saat ini, Alan harus fokus menunjukkan kemampuannya bersama Persebaya Surabaya yang jadi target selanjutnya dan kesempatan bermain di liga harus dimanfaatkan dengan baik.
Selain itu, Alan memiliki modal penting dengan mencatatkan dua pertandingan bersama Bajul Ijo musim lalu.
"Semua pengalaman itu tentu ingin saya bawa kembali ke Persebaya agar bisa terus berkembang dan memberikan yang terbaik ketika mendapat kesempatan bermain," pungkasnya.
(BolaSport.com/Sasongko Dwi Saputro/Lukman Adhi Kurniawan)