Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang abu vulkaniknya terindikasi mencapai wilayah Bengkulu Selatan membuat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna meningkatkan kewaspadaan.
Langkah antisipasi dilakukan dengan membagikan masker kepada seluruh pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang beraktivitas di lingkungan Rutan Kelas IIB Manna.
Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, mengatakan pihaknya menerima arahan dari pimpinan untuk mengambil sejumlah langkah menghadapi potensi dampak abu vulkanik.
Arahan tersebut diterima melalui rapat daring menggunakan Zoom pada Senin (7/9/2026).
255 Pegawai dan WBP Mendapat Masker
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, pihak Rutan Kelas IIB Manna membagikan masker kepada seluruh pegawai dan WBP.
Total terdapat 54 pegawai dan 201 WBP yang mendapatkan masker untuk digunakan selama beraktivitas di lingkungan Rutan.
“Erupsi Anak Gunung Krakatau memang terindikasi sampai ke Bengkulu Selatan. Karena itu, berdasarkan arahan pimpinan melalui Zoom, kami diarahkan untuk mengambil langkah-langkah terhadap abu vulkanik,” ujar Hannibal saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan seluruh jajaran Rutan, termasuk dirinya, telah diimbau menggunakan masker saat berada di lingkungan Rutan.
“Karena dikhawatirkan debu vulkaniknya akan memberikan dampak terhadap kita semua. Karena itu, berdasarkan petunjuk dan arahan pimpinan, kami mengimbau seluruh jajaran, termasuk diri saya sendiri, untuk menggunakan masker, baik di luar ruangan maupun di dalam lingkungan Rutan,” jelasnya.
WBP Diminta Disiplin Gunakan Masker
Selain membagikan masker, pihak Rutan juga mengingatkan seluruh WBP agar menggunakan masker selama beraktivitas.
Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Rutan Kelas IIB Manna dalam menjaga kesehatan pegawai dan WBP menyusul adanya informasi mengenai indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Bengkulu Selatan.
Pihak Rutan Kelas IIB Manna juga akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah Bengkulu Selatan serta mengikuti arahan dari pimpinan dan instansi terkait.
Dengan langkah antisipasi tersebut, aktivitas di dalam Rutan diharapkan tetap berjalan dengan baik, sementara kesehatan pegawai dan WBP tetap menjadi perhatian di tengah potensi paparan abu vulkanik.