Ekskavator 7 Ton Terguling di Simpang Andayani-Jemursari Surabaya, Sopir Ungkap Penyebabnya
Wiwit Purwanto September 08, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Sebuah ekskavator seberat tujuh ton yang diangkut menggunakan truk towing terguling di tengah ruas Jalan Simpang Tiga Jalan Raya Andayani dan Jalan Raya Jemursari, Kelurahan Jemursari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden tersebut membuat arus lalu lintas dari berbagai arah sempat mengalami kemacetan.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, posisi ekskavator tampak oleng dan nyaris jatuh ke sisi kiri truk towing. Salah satu roda rantai besinya masih teronggok di atas permukaan bak truk.

Di dekat kolong truk sisi kiri, aspal dipenuhi bercak cairan cat berwarna kuning yang tumpah. Cairan tersebut merupakan bagian dari muatan lain yang dibawa truk towing dan ditempatkan dalam lima drum atau gentong plastik di area sisi dalam dekat kepala kabin.

Kondisi ekskavator yang terguling di tengah simpang tiga membuat kendaraan dari sejumlah arah harus mengantre. Petugas gabungan kemudian melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup lajur berdasarkan panjang antrean kendaraan.

Jalur dari arah utara kawasan Jalan Raya Jemursari menjadi salah satu yang mendapat prioritas untuk dibuka ketika antrean kendaraan mulai memanjang. Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara yang sudah terlalu lama menunggu mulai tidak sabar.

Baca juga: Truk Damkar Kota Batu Terguling, 4 Petugas dan 1 Pemotor Luka dalam Kecelakaan Jalan Raya

Beberapa pengendara membunyikan klakson hingga berteriak meminta petugas segera membuka jalur. Bahkan, seorang pengendara Suzuki Swift bermanuver hingga roda sisi kanannya terangkat melewati trotoar untuk berusaha terbebas dari kemacetan.

Ekskavator Terguling Saat Hindari Motor

Sopir truk bernopol S-9109-SC, Muhammad Iqbal Adi Pratama (21), mengatakan insiden tersebut diduga terjadi setelah dirinya melakukan manuver untuk menghindari sepeda motor yang tiba-tiba memotong lajur di depan truk.

Motor tersebut semula melaju dari sisi kanan truk. Namun, pengendara motor tiba-tiba bermanuver memotong jalur sehingga Iqbal berusaha menghindari tabrakan dengan membelokkan setir ke kiri, kemudian kembali ke kanan untuk menyeimbangkan laju kendaraan.

"Kecepatan enggak tinggi, kan mau lampu merah. Kan pas lampu hijau. Motornya sama sama jalan, dari samping kanan, iya (motong) terus kaget, tak buang ke kiri, terus belok ke kanan, kan mau ke sana (selatan)," ujarnya saat ditemui di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, pada Selasa (8/9/2026).

Manuver tersebut justru membuat muatan ekskavator yang berada di atas bak truk towing terjatuh. Iqbal mengaku telah memasang tali pengikat pada alat berat tersebut, tetapi tali itu kemudian putus akibat insiden.

Baca juga: Ekskavator Tersangkut Kabel PLN, 500 Pelanggan di Tulungagung Mati Listrik

"Sudah saya ikat tapi putus. Alat berat dari Jemursari mau saya bawa ke Krian. Enggak tahu proyek apa, saya cuma operator kirim," katanya.

Iqbal bersyukur insiden tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa. Saat itu, dirinya bersama beberapa operator lain tengah menunggu proses evakuasi agar truk dan ekskavator tidak lagi menghalangi arus lalu lintas.

"Enggak ada korban jiwa. Eskavator 7 ton. Cuma antar saja. Cat cuma 4-5 tong. Cat kuning. Iya ini menunggu evakuasi biar turun dari truk," pungkasnya.

Proses evakuasi akhirnya dilakukan sekitar pukul 15.18 WIB. Sejumlah operator berdatangan untuk memindahkan bodi ekskavator secara manual.

Ekskavator diketahui tidak mengalami kerusakan signifikan dan mesinnya masih dapat menyala. Operator kemudian memanfaatkan bagian pengeruk ekskavator untuk membantu menurunkan bodi beserta roda rantai besinya ke permukaan aspal.

Setelah berada di jalan, ekskavator kembali dijalankan untuk dinaikkan ke atas truk towing yang dikemudikan Iqbal. Proses tersebut berlangsung dramatis karena dilakukan di tengah arus kendaraan yang masih melintas secara bergiliran.

Pengendara yang sebelumnya terjebak kemacetan mulai merasa lega karena ekskavator akhirnya dapat dipindahkan. Namun, ketegangan tetap terlihat selama proses menaikkan kembali alat berat ke atas truk towing.

"Alhamdulillah, tapi kudu ati-atik rek," ujar salah satu pengendara motor yang memilih tetap mengantre hingga proses evakuasi benar-benar rampung dan kondisi dinilai aman.

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.