TRIBUNNEWS.COM - Bentrokan antarkelompok pesilat di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Senin (7/9/2026) dini hari menyebabkan 25 rumah warga mengalami kerusakan.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bersama kepolisian setempat langsung menyalurkan bantuan tunai senilai Rp10 juta guna menutup kerugian material para korban.
Dampak kerusakan terparah terkonsentrasi di Dukuh Mranggen, Desa Mranggen, serta satu rumah lain di wilayah tetangga.
Camat Polokarto Heri Wahyu Cahyono memaparkan bahwa verifikasi di lapangan menunjukkan jumlah kerusakan melonjak dari laporan semula.
"Satu di antaranya ada di Dukuh Jengglong, Desa Jatisobo. Namun yang paling banyak tentunya di TKP ini," kata Heri, Selasa (8/9/2026).
Pada pendataan awal, tercatat 22 hunian rusak di lingkungan RT 01 dan RT 02 RW 05 Dukuh Mranggen.
Angka tersebut kemudian diperbarui usai aparatur desa setempat menyisir kembali pemukiman warga.
"Tadi ada informasi dari Pak Bayan dan Kadus selaku pemangku wilayah sini ada tambahan kerusakan rumah kurang lebih dua," ujarnya.
Dengan penambahan itu, total hunian terdampak di Dukuh Mranggen menjadi 24 unit, ditambah satu unit di Desa Jatisobo sehingga total keseluruhan mencapai 25 rumah.
Sebagian besar kerusakan menyasar struktur pelindung atas bangunan akibat terkena proyektil lemparan saat massa bentrok.
"Kerusakan rata-rata bagian genteng. Yang paling banyak atap genteng karena lemparan batu," jelas Heri.
Baca juga: 3 Konvoi Pesilat Rugikan Warga, Pasien Meninggal di Karanganyar hingga Kendaraan di Surabaya Dirusak
Merespons kerugian warga, Polres Sukoharjo berkolaborasi dengan Pemkab Sukoharjo untuk menyalurkan santunan tunai secara cepat.
Nilai bantuan yang diserahkan sengaja dibulatkan melampaui estimasi awal kerugian fisik guna memastikan perbaikan tertangani tuntas.
"Tadi wujud bantuan sudah diberikan berupa uang tunai sesuai data tafsiran kerugian yang tercatat. Total Rp9 juta sekian, tetapi yang dikasih tadi Rp10 juta," katanya.