5 Fakta Jelang Reuni Jose Mourinho dan Chivu saat Real Madrid vs Inter Milan di Liga Champions
Cornel Dimas Satrio September 08, 2026 07:36 PM

TRIBUNKALTARA.COM - Simak 5 fakta menarik jelang reuni Jose Mourinho dan Cristian Chivu dalam duel Real Madrid vs Inter Milan di Liga Champions.

Matchday 1 Liga Champions antara Real Madrid vs Inter Milan akan berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (9/9/2026) pukul 02.00 WIB.

Real Madrid datang dengan ekspektasi tinggi untuk memperbaiki peruntungan di Liga Champions.

Pemilik 15 trofi UCL tersebut gagal berbicara banyak di Liga Champions dalam dua musim terakhir.

Kini di bawah tangan dingin Jose Mourinho, Real Madrid siap kembali mengejar ambisinya, dengan terlebih dulu melewati rintangan Inter Milan.

Sedangkan Nerazzurri yang telah mencapai 2 kali final Liga Champions dalam 4 tahun belakangan ini, juga siap memberikan kejutan lagi.

Bersama pelatih Cristian Chivu, Nerazzurri siap membalas pencapaian musim lalu, dengan tampil lebih baik di UCL musim ini.

5 Fakta Jelang Real Madrid vs Inter Milan di Liga Champions

1. Bentrok Perdana Jose Mourinho vs Chivu

Pertemuan Real Madrid vs Inter Milan di Liga Champions akan menjadi reuni sekaligus bentrokan perdana antara Jose Mourinho dan Cristian Chivu di bangku pelatih.

Ini adalah duel guru dan murid, sejak keduanya memenangkan Treble Winners bersama Inter Milan pada 2010 silam.

Stadion Santiago Bernabeu adalah kali terakhir keduanya bersua dan berjaya. 16 Tahun berlalu, keduanya dipertemukan lagi di stadion dan kompetisi yang sama, namun dengan tim berbeda.

Real Madrid vs Inter Milan di Liga Champions.
LAGA REUNI - Simak 5 fakta menarik jelang reuni Jose Mourinho dan Cristian Chivu dalam duel Real Madrid vs Inter Milan di Liga Champions. (TribunKaltara.com)

Baca juga: Daftar Pemain Absen Real Madrid vs Inter Milan di Liga Champions, Chivu Kehilangan Pemain Terbaik

Chivu bakal mendampingi Inter Milan, sedangkan Jose Mourinho di Real Madrid akan menghadapi "cinta" lamanya.

Jose Mourinho tak sabar menantikan perjumpaan itu dan berjanji akan melempar pelukan untuk mantan anak asuhnya.

"Kami sudah melewati banyak momen bersama, yang indah maupun yang sulit. Sebelum dan sesudah pertandingan kami akan saling berpelukan," kata Jose Mourinho.

Pelatih berjulukan The Special One ini mengaku bangga dengan pencapaian Cristian Chivu sebagai pelatih.

Meski tergolong baru meniti karier di level tertinggi, Mourinho menilai gairah Chivu sudah terasa sejak menukangi tim Primavera.

"Saya banyak berhubungan dengannya saat dia melatih Primavera. Saya melihat hasratnya, bahwa itu adalah sesuatu yang dia sukai, karena terkadang saya menemukan mantan pemain yang tidak memiliki empati terhadap pekerjaan ini. Saya mengerti bahwa Cristian Chivu ingin melakukannya dan bisa menghadapi tantangan pekerjaan ini," ungkap Jose Mourinho.

Sementara itu, Chivu masih menaruh respek yang tinggi untuk sang guru.

"Mourinho adalah orang yang sangat hebat dalam beradaptasi dengan lingkungan, memahami apa yang dibutuhkan dan apa yang harus dilakukan. Dia adalah seorang pemenang dan sudah membuktikannya di mana pun sepanjang kariernya, termasuk pada pengalaman pertamanya di Madrid," kata pelatih asal Rumania ini.

Menurutnya Mourinho bukan sekadar pelatih, tetapi juga menjadi orang yang berpengaruh dalam karier Chivu sebagai pemain maupun pribadi di luar lapangan.

"Saya punya banyak kenangan tentang orang yang luar biasa, yang menemani saya di saat sulit, menunggu saya saat cedera kepala, memberi saya kesempatan bermain, dan membuat saya menjalani bulan-bulan terakhirnya di Milan. Dia hebat dan memiliki seluruh rasa hormat saya," ungkap Chivu.

Meski demikian, ia menampik adanya kesamaan dalam gaya kepelatihan dengan gurunya itu.

Pasalnya, Chivu membangun sendiri kariernya dari level akademi hingga bisa menukangi Inter Milan, dan tidak pernah mendapatkan pelajaran langsung dari Jose Mourinho di bangku cadangan.

"Saya mencoba untuk tidak meniru siapa pun. Saya adalah pelatih yang membangun pengalaman saya mulai dari akademi junior," kata Chivu.

"Mourinho adalah orang yang sangat penting dalam karier saya, dia membantu saya di fase yang sangat sulit, dan itu tidak akan pernah saya lupakan," imbuhnya.

Baca juga: Hasil Drawing Liga Champions 2026/2027, Ajang Reuni Inter Milan, tak Cuma Chivu vs Jose Mourinho

2. Reuni Dumfries

Pertandingan ini juga akan diwarnai reuni antara Inter Milan dan Denzel Dumfries.

Nerazzurri kembali bersua dengan mantan pemainnya, setelah dilepas dengan bandrol 20 juta euro ke Real Madrid.

Dumfries cukup berkesan buat Inter Milan, mengingat wingback asal Belanda itu menghabiskan 5 tahun kebersamaan di Appiano Gentile.

Selama berseragam hitam biru, Denzel Dumfries menghasilkan 27 gol dan 28 assist dari 207 penampilan di semua kompetisi.

Ia juga turut menyumbangkan 2 Scudetto, 3 Coppa Italia, dan 2 Supercoppa Italiana ke lemari trofi Inter Milan.

Para pemain Inter sangat mengerti karakteristik permainan Dumfries di lini sayap.

Sedangkan Dumfries setidaknya mengantongi taktik andalan Chivu ang siap mengejutkan siapapun lawannya.

Tak hanya Dumfries, laga Real Madrid vs Inter Milan juga menjadi momentum reuni duo eks Liverpool, Ibrahima Konate dan Curtis Jones.

Konate bergabung dengan Real Madrid setelah 5 tahun memperkuat Liverpool.

Sedangkan Curtis Jones didatangkan Inter Milan dengan biaya 30 juta euro.

Ini akan menjadi pertemuan perdana antara Curtis Jones dan Ibrahima Konate sebagai lawan, setelah bermain bersama di Liverpool sejak 2021.

3. Dominasi Real Madrid

Inter bertandang ke markas Real Madrid sambil dihantui kutukan sulit menang.

Dari 6 pertemuan terakhir di Liga Champions, Nerazzurri cuma meraih satu kemenangan dan sisanya kalah.

Kali terakhir Inter mampu mengalahkan Real Madrid terjadi pada 1998 dengan skor 3-1 di Giuseppe Meazza.

Sisanya, Los Blancos selalu dominan melawan Inter Milan.

Kutukan ini turut disadari Chivu yang berharap laga nanti akan menjadi titik balik bagi timnya.

"Kami sadar bermain di sini tidak pernah mudah. Hari ini saya baca Inter Milan belum menang di Bernabeu selama 60 tahun. Kami akan melakukan yang terbaik tanpa mengubah jati diri. Kami sudah tumbuh, dan tidak ada cara sempurna untuk menghadapi Real Madrid beserta pemain-pemain hebat mereka," kata Chivu.

Tapi setidaknya Inter Milan perlu percaya diri lantaran punya catatan yang bagus ketika menghadapi tim besutan Jose Mourinho.

Dalam 6 perjumpaan kontra Jose Mourinho (bersama AS Roma) Inter Milan menang 5 kali dan cuma sekali kalah.

Meski berbeda klub, namun statistik ini bisa menjadi pemantik agar Lautaro Martinez dkk tak tertekan di lapangan.

4. Sulit Taklukkan Gawang Real Madrid

Tak hanya soal dominasi, Inter Milan juga selalu kesulitan menaklukkan gawang Real Madrid.

Dalam 3 pertemuan terakhir, Nerazzurri tak pernah menaklukkan gawang Los Blancos.

Kali terakhir Inter mampu membobol Real Madrid terjadi pada pertemuan era Covid di Stadion Alfredo Di Stefano.

Sayangnya, gol dari Lautaro Martinez dan Ivan Perisic belum mampu memberi kemenangan bagi Inter Milan, sebab Real Madrid menciptakan 3 gol balasan.

5. Adu Tajam Bomber Prancis

Laga ini juga akan menjadi ajang duel ketajaman antara bomber Prancis, Kylian Mbappe dan Marcus Thuram.

Secara produktivitas, Marcus Thuram jelas jauh tertinggal dari kompatriotnya itu di Liga Champions.

Musim ini Mbappe telah mengemas 4 gol, sedangkan Marcus Thuram baru mencetak satu gol akhir pekan kemarin.

Di Liga Champions, Kylian Mbappe mengoleksi 70 gol dari 98 penampilan, Thuram bahkan hanya mencetak 9 gol dari 39 pertandingan.

Meski kalah dalam jumlah, Real Madrid dilarang meremehkan kemampuan Marcus Thuram.

Pasalnya Thuram kerap mencetak gol penting ke gawang tim besar di Liga Champions. Barcelona pernah merasakannya pada semifinal 2025.

Jika kembali ke tahun 2020, Marcus Thuram pernah mencetak brace ke gawang Real Madrid saat masih memperkuat Borussia Monchengladbach.

Dua gol tersebut sudah cukup membuat Real Madrid asuhan Zinedine Zidane gagal meraih poin penuh.

(*)

(TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio K)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.