WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di seluruh satuan pendidikan di DKI Jakarta tidak diperpanjang. Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka (PTM) kembali dilaksanakan mulai Rabu (9/9/2026).
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan kebijakan tersebut ditetapkan seiring dengan berkurangnya abu vulkanik di wilayah Jakarta.
Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 92/SE/2026 tentang penyelenggaraan kembali pembelajaran tatap muka.
"Dengan berkurangnya abu vulkanik di wilayah Provinsi DKI Jakarta serta dalam rangka mengoptimalkan capaian belajar dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan," demikian keterangan Nahdiana, Selasa (8/9/2026).
Dengan kebijakan tersebut, seluruh satuan pendidikan di DKI Jakarta kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai besok.
Meski sekolah kembali normal, Dinas Pendidikan DKI Jakarta tetap meminta warga satuan pendidikan menerapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.
Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Mereda, Pramono Putuskan Sekolah di Jakarta Kembali Tatap Muka Besok
Salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, warga satuan pendidikan diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan serta menutup pintu dan jendela sekolah dengan rapat agar abu tidak masuk ke dalam ruangan.
Pembersihan abu juga diminta dilakukan dengan cara membasahinya terlebih dahulu atau menggunakan kain lembap untuk mencegah abu kembali beterbangan.
Dinas Pendidikan juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi pemerintah dan instansi berwenang serta menghindari informasi yang belum terverifikasi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali berlangsung normal mulai Rabu (9/9/2026).
"Yang pertama untuk PJJ, besok sekolah normal kembali. Tadi saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengeluarkan SE (Surat Edaran)," kata Pramono saat ditemui di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
Pramono menyebut keputusan tersebut mempertimbangkan sejumlah parameter kondisi terkini, salah satunya aktivitas penerbangan yang telah kembali berjalan normal.
"Berbagai alasan salah satunya adalah karena memang penerbangan sendiri itu sebagai salah satu parameter sekarang sudah berjalan dengan normal," ujarnya.
Dengan demikian, mulai besok siswa di Jakarta kembali mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.
Namun, penggunaan masker tetap menjadi salah satu langkah yang dianjurkan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat yang menemukan atau mengalami keadaan darurat juga dapat menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112. (m27)