Aksi Heroik Warga Bandar Lampung Hadapi Tembakan Pencuri Motor Bersenjata Api
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 08, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bansar Lampung - Aksi nekat pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) bersenjata api menggemparkan warga Jalan Untung Suropati, Gang Somad, RT 005 LK 2, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Baca juga: WNA Inggris Tewas di Kamar Hotel Bandar Lampung, Polisi Temukan Obat-obatan

Junaidi (50) menderita luka diduga ditembak oleh pelaku curanmor saat bersama warga lainnya berusaha menggagalkan aksi pencurian motor milik Faruk.

​Namun usaha beramai-ramai menangkap pelaku curanmor beralih pada penyelamatan Junaidi yang bersimbah darah pada lutut kaki kanan, diduga akibat luka tembak.

Junaidi, saat ditemui Tribunlampung.co.id pada Selasa (8/9/2026) di rumahnya terlihat sesekali meringis karena luka yang dia derita. 

Dia menceritakan peristiwa mencekam hingga dirinya terluka berawal ketika Junaidi sedang kumpul bersama warga lainnya di dekat pos ronda pada Minggu (6/9/2026) malam.

​"Sekitar jam 21.30 WIB malam kurang lebih, ada teriakan maling, kami semua langsung lari ke atas. Kebetulan pencurinya masuk jalan yang salah, jadi kami cepat lari mengepung ke situ," ujar Junaidi.

​Ditambahkan Junaidi, pelaku nekat mengacungkan senapan dan melepaskan tembakan berulang kali untuk memecah konsentrasi massa.

​"Dia mengeluarkan tembakan, kami banyak yang minggir. Pas minggir, saya masih sempat melempar," kata Junaidi.

Ternyata lemparan Junaidi itu berbalas tembakan ke arahnya sebanyak tiga kali. Junaidi tidak menyadari jika tembakan tersebut mengenai dirinya karena awalnya belum terasa. Sehingga Junaidi masih sempat mengejar pelaku.

​Namun saat pelaku terlihat mulai menjauh, Junaidi baru menyadari kakinya bersimbah darah.​ "Pas (pelaku) sudah agak jauh, baru kelihatan kaki kok dingin. Kulihat sudah darah semua. Akhirnya warga fokus ke luka tembak saya," kata Junaidi.

Menurut dia, motor belum sempat dibawa pelaku, namun pintu gerbang rumah milik Faruk sudah terbuka. 

Atas luka diduga akibat ditembak itu, Junaidi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) pada malam itu juga untuk mendapatkan penanganan medis dan operasi pencabutan peluru.

Ketua RT 005 LK 2, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Edi Sulistiana membenarkan insiden berdarah yang menimpa warganya.

Ketua RT Juga Sempat Ditodong 

​Edi saat kejadian sedang berada di Gardu Tengah bersama koordinator ronda, Jumari dan warga lainnya. ​"Sekitar pukul 21.40 WIB, saya mendengar ledakan senjata api 'dar-dor-dar-dor' dan teriakan warga maling-maling," kata Edi. 

Ia langsung menuju perempatan bawah dan saat berada di lokasi Edi sempat ditodong senjata api oleh terduga para pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic. 

​"Satu motor dua penumpang, mereka mengacungkan senjata ke saya juga. Om Jumari tetap menerjang, saya balik badan karena takut," kata Edi.

Pelaku sempat melepaskan tembakan 'dor', tapi sepertinya pelurunya sudah habis. Pelaku kabur ke arah sekolah di Bumi Manti. 

​Berdasarkan pendengaran warga dan saksi di lokasi, pelaku melepaskan sekitar 4 hingga 5 kali tembakan.

Edi menjelaskan bahwa dari rekaman CCTV warga, perawakan pelaku diperkirakan masih berusia muda. "Pelakunya kurang jelas di CCTV karena posisinya kencang. Tapi perawakannya masih muda, naik motor matic dan memakai masker," kata Edi. 

Aksi Solidaritas Warga Bantu Biaya Operasi

Ia menjelaskan di balik musibah penembakan tersebut, terdapat aksi solidaritas luar biasa yang ditunjukkan oleh warga Gang Somad, Kampung Baru.

​Mengingat biaya operasi penanganan luka tembak cukup besar dan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Warga secara swadaya menggalang dana untuk membantu pengobatan Junaidi.

​"Biaya awal sesuai nota itu sekitar Rp 13,8 juta. Setelah kita minta keringanan-keringanan dibantu pihak keluarga, akhirnya biaya turun jadi sekitar Rp 8 jutaan," kata Edi.

Kemudian seluruhnya 100 persen tercover murni dari hasil gotong royong warga. ​Edi menyebut, kekompakan warga Gang Somad ini tak lepas dari konsistensi kegiatan ronda malam yang telah berjalan selama 12 tahun.

"Ronda malam kita sudah berjalan 12 tahun. Tujuannya untuk membangun kebersamaan, solidaritas, dan kekompakan warga. Kejadian kemarin bukti bahwa kita kompak menggagalkan pencurian," kata Edi. 

​Selain gotong royong warga, perhatian juga datang dari pihak kepolisian. Polsek Labuhan Ratu dan Polresta Bandar Lampung langsung melakukan olah TKP di malam kejadian.

Kapolsek Labuhan Ratu AKP Ono Karyono disebut setempat hadir menjenguk Junaidi di rumah sakit serta mengawal proses penanganan medis korban hingga selesai operasi. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.