Apel Siaga Darurat Karhutla, Bupati M Syukur: Jangan Biarkan Satu Hektare Pun Hangus
asto s September 08, 2026 09:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal itu ditandai dengan Apel Siaga Darurat Bencana Karhutla 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Merangin, Senin (7/9/2026).

Apel dipimpin Bupati Merangin M Syukur dan diikuti Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, camat, hingga lurah.

Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah dan menangani Karhutla di wilayah Kabupaten Merangin.

Dalam arahannya, M Syukur menegaskan pencegahan harus menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh pihak menghentikan praktik pembakaran hutan dan lahan, termasuk untuk pembukaan lahan pertanian dan perkebunan.

"Pembakaran lahan adalah perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan banyak pihak. Mari kita gunakan cara-cara yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab," ujar M Syukur.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam apel, tercatat 432 titik panas (hotspot) di wilayah Merangin dengan total luas lahan terbakar mencapai 31,3 hektare.

Untuk mencegah peningkatan kasus, M Syukur menetapkan empat langkah konkret yang harus dijalankan seluruh jajaran.

Pertama, meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah dan masyarakat diminta menghentikan praktik pembakaran lahan serta beralih ke metode pembukaan lahan yang ramah lingkungan.

Kedua, memperkuat sinergi lintas sektor. Camat, kepala desa, dan lurah diminta aktif memantau wilayah masing-masing serta melibatkan masyarakat untuk segera melaporkan kemunculan titik api maupun asap mencurigakan.

Ketiga, memperkuat kesiapsiagaan sarana, prasarana, dan personel. Seluruh tim tanggap darurat diminta siaga selama 24 jam dengan memastikan peralatan pemadam, sumber air, jalur evakuasi, serta sarana pendukung lainnya tersedia. Patroli di kawasan rawan kebakaran juga akan diintensifkan.

Keempat, memperkuat edukasi dan sosialisasi. Pemkab Merangin meminta sosialisasi mengenai bahaya dan pencegahan Karhutla dilakukan secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Menurut M Syukur, Karhutla tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi serta berdampak terhadap masa depan generasi mendatang.

Ia menegaskan penanganan Karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, aparat, pemerintah desa hingga seluruh pemangku kepentingan.

"Saya meminta kepada seluruh elemen masyarakat dan aparat di Kabupaten Merangin agar segera beraksi. Waspada, cegah, dan padami segala potensi Karhutla sekarang juga. Jangan biarkan satu hektare pun hutan dan lahan kita hangus terbakar," tegas M Syukur. (Tribun Jambi/Frengky Widarta)

Baca juga: Daftar 17 Pejabat Eselon III Pemkab Tebo yang Dilantik Bupati Hari Ini

Baca juga: Malam Ini Hotspot Jambi Melonjak Jadi 93 Titik, Desa Pemayungan Tebo Muncul 1 Warna Merah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.