Cium Bau Saat Jaga, Warga Tapin Temukan Perempuan Lansia Meninggal  di Rumahnya
Hari Widodo September 08, 2026 09:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Warga Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia di dalam rumahnya, Selasa (8/9/2026).

Korban diketahui bernama Lasimin Karni, perempuan berusia 76 tahun, warga Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan. Penemuan mayat tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita.

Kasi Humas Polres Tapin Ipda Imam Subhan mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Taufik Rahman yang saat itu sedang melaksanakan tugas jaga di sebuah perusahaan yang berada di sekitar lokasi.

"Awalnya saksi mencium bau busuk atau bau bangkai. Kemudian saksi mencari sumber bau tersebut hingga ke rumah yang berada di sebelah tempatnya berjaga," ujar Imam Subhan, Selasa (8/9/2026).

Baca juga: Putranya Meninggal Tenggelam Saat Kemah Akbar di UM Banjarmasin, Ibu Siswa Al Furqon Sesalkan 1 Hal

Sesampainya di rumah tersebut, saksi melihat pintu depan dalam kondisi sedikit terbuka. Bau menyengat juga semakin tercium dari dalam rumah.

Saksi kemudian melihat ke dalam rumah dan mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tengkurap.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Giyono, warga yang mengenal penghuni rumah.

Giyono selanjutnya mengabarkan kejadian itu kepada keluarga korban, termasuk Kasri yang merupakan adik korban.

Setelah memastikan kondisi korban, pihak keluarga kemudian melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Tapin Selatan.

Mendapat laporan, anggota Polsek Tapin Selatan bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tapin langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Datu Sanggul menggunakan ambulans relawan Desa Tatakan.

Jenazah dibawa untuk menjalani pemeriksaan medis dan proses pemulasaran.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter melalui visum et repertum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Untuk penyebab pasti kematian, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi," kata Imam.

Dari keterangan pihak keluarga dan kerabat, korban disebut tidak memiliki riwayat penyakit tertentu. Korban diketahui sudah berusia lanjut.

Baca juga: Alami Sesak Nafas Saat Padamkan Karhutla, Ketua Tim Serbu Api Palangkaraya Meninggal

Setelah menjalani pemeriksaan dan pemulasaran, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa kembali ke rumah duka.

Jenazah selanjutnya dimakamkan di pemakaman muslim Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan.

Polisi memastikan proses penanganan penemuan mayat tersebut telah dilakukan dengan olah TKP, pemeriksaan medis serta koordinasi bersama keluarga. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 



 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.