Jayapura (ANTARA) - Tim Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Identification/DVI) Polda Papua Tengah melakukan proses identifikasi terhadap 11 jenazah korban kebakaran di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai.
Kepala Polres Paniai AKBP Royke Betaubun saat dihubungi ANTARA dari Jayapura, Selasa malam, mengatakan tim DVI tiba di Enarotali pada Selasa dan langsung menuju RSUD Paniai untuk melakukan identifikasi.
"Memang benar tim DVI Polda Papua Tengah, Selasa ini, tiba dan langsung ke RSUD untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah korban kebakaran," katanya.
Selain tim DVI, kepolisian juga mengirim tim laboratorium forensik untuk melakukan pemeriksaan terkait penyebab kebakaran di Kampung Bapouda.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (7/9) sekitar pukul 00.25 WIT itu mengakibatkan 11 orang meninggal dunia dan sekitar 40 bangunan di kawasan pasar hangus terbakar.
Sebanyak 11 korban meninggal terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak.
Korban dewasa yakni Najamuddin (70), pasangan suami istri Hasyim (30) dan Risma Falma (28), serta pasangan Wandi (36) dan Herlina (30).
Sementara enam korban anak-anak yakni Arsi (9), Icha (6), Al Yusuf (2), Aska (9), Abie (6), dan Adit (5).
Kapolres mengatakan kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Kepolisian hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
Sebelumnya, Polres Paniai menyatakan berdasarkan keterangan sementara terdapat saksi yang melihat dua orang berada di depan salah satu rumah sebelum api membakar bangunan tersebut.
Keterangan saksi itu masih didalami penyidik untuk mengungkap penyebab kebakaran.





