WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK — Atmosfer magis Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bersiap menyambut laga terpanas di tanah air.
Persija Jakarta akan menjamu seteru abadinya, Persib Bandung, pada Sabtu (12/9/2026) mendatang.
Menjelang duel sarat gengsi ini, tensi di luar lapangan kerap kali mendidih, memicu kekhawatiran akan gesekan antarsuporter.
Menyadari besarnya magnet 'El Clasico Indonesia' ini, Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), turun tangan langsung.
Di sela-sela pemusatan latihan di Persija Training Ground, Bojongsari, Depok, Selasa (8/9/2026), sang juru taktik menitipkan pesan krusial yang ditujukan khusus bagi basis pendukung setia Macan Kemayoran, Jakmania.
Bagi STY, SUGBK bukanlah medan pertempuran yang asing.
Rekam jejaknya bersama Timnas Indonesia membuatnya sangat familier dengan gemuruh puluhan ribu suporter di tribun raksasa tersebut.
“Sebelumnya memang sudah sering tanding di GBK. Jadi tidak asing lagi. Tentu senang sekali bisa kembali dan bertanding lagi di sana,” ungkap pelatih asal Korea Selatan tersebut dengan antusias.
Namun, alih-alih mengobarkan api permusuhan jelang laga, STY justru mencoba mendinginkan suasana.
Ia memandang Persib Bandung dengan kacamata profesionalitas—sama seperti lawan-lawan lainnya di kompetisi ini.
“Bagi saya dan tim, mau lawan Persib Bandung atau lawan siapa pun, sebenarnya sama saja persiapannya,” sambung STY tenang.
Rivalitas 90 Menit dan Kedewasaan Jakmania
Sepak bola adalah olahraga yang memompa adrenalin.
STY sangat memaklumi jika emosi suporter kerap meledak saat menyaksikan tim kesayangannya berlaga.
Terlebih ketika keputusan wasit di lapangan dirasa merugikan.
Baca juga: Persija Bidik Striker Kroasia 192 Cm, STY Jawab Nasib Pattynama & Cedera Pemain Jelang Lawan Persib
Namun, ia meminta Jakmania merespons dinamika tersebut dengan kepala dingin.
“Memang pusing ya, tapi saya mohon para fans memberikan dukungan penuh yang positif. Di lapangan, wasit bisa saja melakukan kesalahan atau sebaliknya. Apa pun kejadian di atas rumput hijau, itu murni sebatas jalannya pertandingan,” jelasnya.
Lebih jauh, pelatih yang dikenal tegas ini memberikan garis merah yang tak boleh dilewati: Tidak boleh ada kerusuhan di stadion.
Ia menegaskan bahwa api persaingan dan adu gengsi mutlak hanya berlaku selama 2x45 menit pertandingan.
Begitu peluit panjang ditiupkan oleh wasit, permusuhan harus segera ditanggalkan.
“Pertandingan adalah pertandingan. Di luar itu, kita harus menjadi teman dengan sesama. Tidak boleh ada lagi insiden kerusuhan di stadion,” tegas STY dengan nada serius.
Harapan besar kini disematkan di pundak Jakmania.
Laga akhir pekan nanti bukan hanya soal siapa yang berhasil meraup tiga poin penuh, melainkan menjadi panggung pembuktian kedewasaan suporter sepak bola Indonesia.
Dukungan tanpa lelah dari tribun dipastikan akan melipatgandakan tenaga skuad Persija.
Namun, dukungan sejati adalah sorakan penyemangat, bukan tindakan anarkis yang mencederai nilai luhur olahraga.