TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Polres Metro Jakarta Barat mendirikan 9 posko kesehatan untuk mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau bagi warga Jakarta Barat.
Langkah ini diambil bersama unsur Tiga Pilar sebagai bentuk kesiapsiagaan memberikan pertolongan awal serta menjaga kesehatan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Satu posko kesehatan disiagakan di Sie Dokkes Polres Metro Jakarta Barat, sementara delapan posko lainnya tersebar di titik-titik strategis dan fasilitas publik.
Posko Kesehatan Terminal Grogol, Stasiun Kalideres, Stasiun Duri, Traffic Light (TL) Slipi, TL Cengkareng, Posko Kesehatan Kecamatan Tamansari, Stasiun Taman Kota dan Posko Kesehatan Jalan Raya Kebon Jeruk RW 01, Kelurahan Kebon Jeruk.
Kasi Dokkes Polres Metro Jakarta Barat, AKP Ns Agus Waluyo mengatakan, keberadaan posko tersebut bertujuan untuk memberikan akses pelayanan medis secara cepat jika warga mengeluhkan gangguan kesehatan akibat abu vulkanik.
"Kami menyiapkan personel dan sarana kesehatan di sejumlah titik yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat.
Hal ini sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila ada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan," ujar Agus saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).
Masyarakat yang mulai merasakan keluhan, terutama masalah pernapasan atau iritasi, diimbau untuk tidak ragu mendatangi posko kesehatan terdekat.
Selain menyiagakan tim medis, petugas Tiga Pilar di lapangan juga secara aktif mengedukasi masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Jajaran Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek wilayah dan Tiga Pilar akan terus memantau perkembangan situasi abu vulkanik di lapangan untuk menyesuaikan langkah pelayanan kesehatan lebih lanjut.
Selain itu, meskipun debu jalanan saat ini sudah menipis, Polres Metro Jakarta Barat tetap menurunkan kendaraan Tactical Armoured Water Cannon (AWC) untuk melakukan penyiraman di sejumlah jalan protokol wilayah Jakarta Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) malam.
Penyiraman dilakukan sebagai langkah antisipasi agar debu dan abu vulkanik yang berada di permukaan jalan tidak mudah beterbangan akibat aktivitas kendaraan maupun hembusan angin.
Dengan menggunakan kendaraan AWC, personel menyusuri sejumlah ruas jalan protokol mulai dari Mako Polres Metro Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot, Jalan Taman S. Parman, Jalan Tomang Raya, Jalan L. Slipi, kembali ke Jalan Tomang Raya, Jalan Palmerah Utara, hingga kembali menuju Mako Polres Metro Jakarta Barat.
Penyiraman dilakukan dengan menyemprotkan air ke permukaan jalan yang berpotensi terdapat endapan debu.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi debu atau abu yang berpotensi beterbangan dan mengganggu kenyamanan masyarakat maupun pengguna jalan.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan, penyiraman jalan merupakan langkah preventif kepolisian untuk membantu mengurangi dampak sebaran debu dan abu vulkanik di tengah aktivitas masyarakat.
"Langkah ini kami lakukan untuk membantu mengurangi debu maupun abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau yang dapat beterbangan akibat aktivitas kendaraan maupun hembusan angin, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan dan kesehatan masyarakat di sekitar," ujar Nasriadi.
Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah agar tetap waspada dan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap saluran pernapasan.
"Bagi masyarakat yang hendak keluar beraktivitas, kami mengimbau untuk selalu menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap dampak negatif akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," imbuhnya.
Baca juga: BMKG Sebut Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tak Lagi Mengarah ke Jakarta, Tapi Masih Level Siaga
Baca juga: Daftar Bandara yang Kembali Dibuka Usai Tutup karena Abu Vulkanik, Bandara Soetta Termasuk?
Baca juga: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Menjauh dari Jakarta, Warga Tetap Diminta Waspada