Abu Vulkanik GAK Mulai Hilang, Siswa di Lampung Sudah Bisa Tatap Muka
Daniel Tri Hardanto September 08, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan siswa sudah bisa kembali belajar tatap muka mulai Rabu (9/9/2026).

Baca juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sekolah di Lampung Daring Dua Hari

Meski begitu, kegiatan belajar mengajar akan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mengurangi aktivitas siswa di luar ruangan.

Sebelumnya sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kebijakan itu berlaku selama dua hari, yakni Senin (7/9/2026) hingga Selasa (8/9/2026). 

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap masyarakat.

"Untuk sektor pendidikan, aktivitas belajar mengajar di sekolah yang semula libur atau melakukan sistem PJJ, hari esok tanggal 9 September 2026 mulai pemberlakuan sistem pembelajaran di sekolah dengan penerapan protokol kesehatan tentunya dan mengurangi aktivitas-aktivitas di luar ruangan," kata Jihan dalam konferensi pers di Pusdalops BPBD Lampung, Selasa.

Jihan menegaskan, penerapan protokol kesehatan tetap menjadi perhatian saat sekolah kembali menjalankan pembelajaran tatap muka.

Pengurangan aktivitas di luar ruangan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi lingkungan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan selama dua hari pelaksanaan pembelajaran daring, pihaknya telah menginstruksikan pihak sekolah untuk melakukan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Instruksi tersebut juga dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait di tingkat kabupaten/kota.

Koordinasi dan pembersihan lokasi sekolah dilakukan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, dan Pesisir Barat.

Pembersihan dilakukan untuk menangani dampak abu vulkanik di lingkungan sekolah sebelum kegiatan pembelajaran kembali berlangsung.

Thomas mengatakan, pembelajaran pada Rabu tetap dilaksanakan, namun sekolah diminta lebih banyak mengarahkan aktivitas siswa di dalam ruangan.

"Untuk besok proses pembelajaran tetap dilakukan, tapi lebih banyak aktivitas di dalam ruangan dan tetap menggunakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker. Itu yang paling penting untuk anak-anak, untuk anak-anak sekolah kita," kata Thomas.

Selain penggunaan masker, Thomas meminta aktivitas siswa di luar ruangan dikurangi.

Kegiatan seperti olahraga maupun bermain di luar ruangan juga perlu dibatasi selama kondisi dampak abu vulkanik masih menjadi perhatian.

"Terus juga untuk aktivitas lebih banyak di dalam ruangan. Kurangi aktivitas di luar ruangan seperti kegiatan olahraga atau bermain-main di luar ruangan," imbuhnya.

Thomas menegaskan, pihak sekolah tetap harus memperhatikan protokol kesehatan serta mengikuti imbauan yang telah disampaikan pemerintah.

"Yang jelas, itu harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan ikuti imbauan yang sudah ada," tandas Thomas.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.