SURYA.co.id, NGANJUK – PT Petrokimia Gresik (PTPG) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas hortikultura.
Melalui program "Pestani Bawang Merah Nyawiji", Petrokimia Gresik berhasil meningkatkan produktivitas bawang merah di Kabupaten Nganjukn Jawa Timur hingga mencapai 20 ton per hektar.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 12 persen dibandingkan hasil panen sebelumnya yang rata-rata berada di angka 18 ton per hektar.
Program yang puncaknya dilaksanakan pada Senin (7/9/2026) ini melibatkan 120 petani dari enam kecamatan di Nganjuk, yakni Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang.
Baca juga: Identitas Pria yang Resahkan Pengendara di Cerme Gresik Teridentifikasi, Polisi Lakukan Pengejaran
Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik (DKU PTPG), Adityo Wibowo, menjelaskan bahwa bawang merah merupakan komoditas strategis dengan nilai ekonomi tinggi yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan kuantitas panen menjadi kunci kesejahteraan petani.
“Petrokimia Gresik ingin hadir lebih dekat dengan petani. Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tetapi juga terus mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Semangat tersebut salah satunya kami wujudkan melalui Program Pestani,” kata Adityo yang akrab disapa Adit, Selasa (8/9/2026).
Adit menambahkan bahwa Jawa Timur memegang peranan vital dalam produksi bawang merah nasional.
Pada tahun 2024, Jawa Timur menyumbang 476.666 ton dari total produksi nasional sebesar 2.085.721 ton.
Nganjuk sendiri menempati posisi kedua nasional sebagai sentra produksi, dengan varietas lokal unggulan Tajuk (Tanaman Asli Nganjuk) yang menjadi benih nomor satu di Indonesia.
Program Pestani Bawang Merah Nyawiji bukan sekadar penyuluhan biasa, melainkan dikemas dalam bentuk kompetisi budidaya yang berlangsung sejak Maret hingga September 2026.
Para petani didorong untuk menerapkan praktik terbaik (best practice) dalam bertani.
“Pestani bukan sekadar kompetisi. Pestani kami hadirkan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah. Hari ini, semangat tersebut kita bawa melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji di Kabupaten Nganjuk dengan mengangkat varietas lokal unggulan, yakni Tajuk,” jelas Adit.
Hasil nyata dari penerapan teknologi dan pemupukan presisi ini terlihat pada Demonstration Plot (Demplot).
Produktivitas melonjak ke angka 20 ton per hektar dengan kualitas umbi yang lebih seragam dan berat yang lebih optimal.
“Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya yang tepat, pemenuhan nutrisi tanaman secara optimal, serta pendampingan yang konsisten memiliki potensi memberikan hasil yang lebih baik bagi petani. Praktik-praktik terbaik seperti inilah yang ingin terus kami kembangkan dan sebarkan melalui Pestani,” tambahnya.
Nama ‘Nyawiji’ diambil dari bahasa Jawa yang berarti menyatukan langkah.
Petrokimia Gresik berharap program ini menjadi gerakan kolaboratif antara sektor industri dan petani lokal.
“Kata Nyawiji memiliki makna yang sangat kuat. Untuk memajukan pertanian, kita harus menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Pestani Bawang Merah Nyawiji kami harapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat bawang merah Nganjuk,” tutur Adit.
Selain di Nganjuk, program Pestani juga telah merambah berbagai wilayah di Jawa Timur dengan komoditas yang berbeda, seperti:
Keberhasilan program ini disambut positif oleh para petani.
Suheri, petani asal Kecamatan Gondang, mengakui bahwa edukasi mengenai penggunaan pupuk nonsubsidi dan teknik budidaya yang tepat sangat membantu meningkatkan kualitas hasil panen mereka.
“Kami dalam kegiatan ini mendapatkan informasi terkait pupuk-pupuk nonsubsidi yang terbukti mendorong peningkatan produktivitas bawang merah. Alhamdulillah tanaman hasilnya berkualitas,” kata Suheri.
Dengan keberhasilan demplot ini, Petrokimia Gresik optimistis ketahanan pangan di Jawa Timur akan semakin kokoh seiring dengan meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan petani di daerah.