Musim Kemarau Buat Anjing dan Kucing Rentan Flu-Batuk, Dokter Hewan di Kendari Bagikan Tips Rawat
Sitti Nurmalasari September 08, 2026 10:47 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Hewan peliharaan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), banyak mengalami keluhan flu, batuk, hingga radang tenggorokan selama musim kemarau.

Dokter hewan di Kendari, drh Annisya, mengatakan keluhan tersebut menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui pada hewan anjing dan kucing yang dibawa pemilik ke tempat praktiknya.

Selain gangguan pernapasan, sejumlah hewan juga datang dengan keluhan kutu, jamur, dan scabies.

“Penyakit karena virus juga pasti selalu ada dan biasa berbarengan dengan penyakit-penyakit lainnya,” kata Annisya saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Ia menyampaikan pemilik hewan perlu memberikan perhatian lebih pada hewan peliharaan selama musim kemarau, terutama terhadap asupan makanan dan minuman.

Baca juga: Warga Kendari Sultra Diimbau Vaksin Rabies Hewan Peliharaan, Dinas Pertanian Bakal Jemput Bola

Seperti air minum selalu tersedia dan makanan diberikan dalam jumlah yang cukup.

Selain itu, tempat hewan tinggal juga perlu dibuat senyaman mungkin. 

“Pemilik sebaiknya menghindarkan hewan dari paparan terik matahari secara langsung, terutama dalam waktu yang lama,” tuturnya.

Kata dia, perawatan tubuh juga hatus dilakukan secara rutin, karena dapat membantu menjaga kebersihan kulit dan bulu.

Terutama pada hewan yang rentan mengalami masalah kutu maupun jamur.

Baca juga: Kasus Rabies di Sultra Masih Aman, Pemprov Ingatkan Masyarakat Suntik Vaksin Hewan Peliharaan

Adapun untuk mencegah serangan parasit, pemilik dianjurkan melakukan suntik antiparasit dan memberikan obat cacing sesuai kebutuhan.

Vaksinasi juga harus dilakukan sesuai jadwal untuk membantu melindungi hewan dari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin.

Kemudian, memberikan multivitamin untuk membantu menjaga daya tahan tubuh hewan.

Namun, jenis dan penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan.

“Paling utama jika memiliki hewan peliharaan itu, harus mempunyai kontak dokter hewan untuk sekadar konsultasi online,” jelasnya.

Baca juga: Cerita Pemilik Anjing Viral Diseret Pemotor di Kendari, Punya 20 Hewan Peliharaan Tapi Hilang Dicuri

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sultra, Kusairi, mengatakan sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara secara historis mengalami curah hujan terendah pada Agustus hingga September.

Kondisi tersebut turut dipengaruhi fenomena El Nino yang dapat menyebabkan curah hujan berkurang sehingga kemarau berlangsung lebih kering.

"Tahun ini puncak musim kemarau terjadi pada September,” katanya.

Kusairi menyebut El Nino 2026 diprediksi masih bertahan hingga awal 2027.

Selain El Nino, BMKG juga memantau Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpeluang berada pada fase positif hingga akhir 2026.

“Fenomena tersebut dapat mengurangi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia,” pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.