Apa Isi Buku Islam Ala Prabowo yang Tuai Polemik? Ini Penjelasannya
Laksmi Anindita September 09, 2026 12:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam menjadi sorotan publik setelah sejumlah tokoh yang namanya tercantum di dalamnya membantah pernah terlibat sebagai penulis atau kontributor.

Buku yang ditulis Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas tersebut mengulas sosok Prabowo Subianto dari perspektif nilai-nilai Islam, termasuk sejarah, riwayat, kiprah, serta pandangan mengenai kepemimpinan dan kehidupan keumatan.

Sejumlah nama tokoh yang tercantum dalam buku itu kemudian menjadi perhatian. Di antaranya ulama sekaligus mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainul Majdi.

Selain TGB, terdapat nama Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, serta mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih juga disebut dalam buku tersebut, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti serta Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.

Apa Isi Buku Islam Ala Prabowo?

Mengutip laman Gramedia.com, buku Islam Ala Prabowo ditulis Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas serta diterbitkan Atmosphere Publishing House pada 14 Juli 2025.

Buku dengan ISBN 9786238967650 tersebut memiliki ketebalan 368 halaman.

Dalam deskripsinya, buku tersebut mengulas sejarah, riwayat, serta kiprah seorang pemimpin politik dari perspektif yang dinilai belum banyak dibahas di kalangan publik intelektual.

Penulisan buku disebut sebagai upaya untuk menggali nilai-nilai, paradigma, dan napak tilas, sekaligus membaca arah masa depan bangsa yang diemban Prabowo Subianto dalam mendorong perjuangan bangsa beserta berbagai unsur progresif di dalamnya.

Melalui buku tersebut, pembaca diajak melihat pengaruh nilai moral Islam dalam perilaku politik dan kepemimpinan Prabowo Subianto.

Bantahan Sejumlah Tokoh

Buku Islam Ala Prabowo kemudian menuai polemik setelah sejumlah tokoh yang namanya tercantum di dalamnya menyatakan tidak pernah terlibat sebagai penulis.

Mereka memberikan klarifikasi dan bantahan terkait pencantuman nama sebagai kontributor atau penulis dalam buku tersebut.

Bantahan juga disampaikan Ning Jazil. Melalui komentar pada sebuah unggahan Instagram, ia menegaskan bahwa suaminya, Gus Kautsar, tidak pernah menulis untuk buku Islam Ala Prabowo.

Ning Jazil kemudian mempertanyakan pencantuman nama suaminya tanpa adanya permintaan izin terlebih dahulu.

Mantan Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj turut memberikan tanggapan terkait pencantuman namanya dalam buku Islam Ala Prabowo.

Melalui klarifikasi resmi, Kyai Said menyayangkan pencantuman namanya dalam buku tersebut.

Klarifikasi itu disampaikan Sekretaris Pribadi Kyai Said, M. Sofwan Erce, pada Senin (7/9/2026).

Dalam klarifikasi tersebut ditegaskan bahwa Kyai Said tidak pernah menulis, menyusun, maupun memberikan tulisan untuk buku itu. Karena itu, pencantuman namanya tidak dapat dimaknai sebagai bentuk keterlibatannya dalam proses penyusunan buku. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.