Iran Klaim Tembakkan Rudal Qassem Basir ke Kapal Perang AS di Selat Hormuz
Laksmi Anindita September 09, 2026 12:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Iran mengklaim telah menembakkan rudal balistik Qassem Basir ke arah sejumlah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di dekat Selat Hormuz.

Klaim tersebut menandai babak baru eskalasi konflik di kawasan Teluk setelah sebelumnya pasukan AS menggempur tiga kapal tanker minyak milik Iran.

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, penembakan rudal tersebut terjadi menjelang akhir pekan lalu dan menyasar sejumlah kapal militer AS yang berada di sekitar Selat Hormuz.

Namun, pihak militer AS memastikan armada kapal perangnya berhasil mendeteksi dan menghindari serangan rudal tersebut sebelum menimbulkan dampak fatal.

Kecanggihan Rudal Qassem Basir

Iran selama ini mempromosikan Qassem Basir sebagai salah satu rudal balistik andalannya. Rudal tersebut diklaim memiliki peningkatan kemampuan manuver untuk mengecoh sistem pertahanan udara lawan.

Iran juga mengklaim Qassem Basir dilengkapi sistem pemandu yang mampu menghadapi upaya perang elektronik.

Qassem Basir kemudian kembali menjadi sorotan setelah media Iran menyebut rudal tersebut digunakan untuk menyerang kapal-kapal AS di dekat Selat Hormuz.

Peringatan Keras Iran

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, turut melayangkan peringatan kepada Washington melalui akun media sosial X.

Rezaei mengatakan Iran tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan ekonomi maupun militer dari AS.

Ia menyebut perang ekonomi akan dibalas dengan pembentukan zona eksklusi maritim di kawasan Teluk Persia hingga batas blokade.

Rezaei juga mengatakan sikap operasional Iran terhadap kapal perang serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut telah dikalibrasi ulang secara fundamental.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis bagi aktivitas pelayaran dan perdagangan energi.

Konflik Meluas ke Arab Saudi

Eskalasi juga beririsan dengan perkembangan konflik di kawasan. Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengonfirmasi milisi Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Arab Saudi.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan 73 orang mengalami luka-luka.

Di tengah tekanan militer dan ekonomi yang meningkat, Iran disebut masih mempertahankan kemampuan rudal dan drone yang dapat digunakan untuk mengancam kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz.

Kemampuan tersebut juga menjadi bagian dari tekanan Teheran terhadap negara-negara tetangga yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Rangkaian perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya risiko perluasan konflik dari konfrontasi Iran dan AS ke negara-negara lain di kawasan Teluk. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.