TRIBUNWOW.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi rencana pemerintah membuka rekening bank secara otomatis bagi masyarakat yang belum memiliki rekening.
Diketahui, rencana ini disiapkan untuk mempercepat dan memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran.
Purbaya mengatakan, program itu adalah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses layanan perbankan bagi masyarakat.
Nantinya, pemerintah akan menggabungkan data dari Dukcapil, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan.
Baca juga: Guntur Romli Kritik Buku Islam Ala Prabowo, Klaim 3 Tokoh Agama Tak Pernah Dimintai Menulis
Data tersebut akan digunakan untuk mengetahui masyarakat yang sudah memenuhi syarat, tetapi belum memiliki rekening bank.
Hal itu disampaikan Menkeu Purbaya pada Selasa (8/9).
Purbaya menyebut, pemerintah tengah mengkaji pemberian saldo awal sekitar 50 ribu hingga 80 ribu rupiah untuk rekening baru BSI dan BRI.
Bahkan, ada opsi agar pembuatan KTP elektronik nantinya langsung terintegrasi dengan pembukaan rekening bank.
Bank Himbara, termasuk BRI dan BSI, disebut telah menyatakan kesiapan menjalankan skema tersebut.
Meski begitu, Purbaya menegaskan, rencana ini masih dalam tahap pembahasan awal.
Yakni, mekanisme dan aturan akhirnya masih belum diputuskan pemerintah
Diketahui sebelumnya, rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers pada Senin (7/9).
Airlangga menyebut, penyediaan rekening ini ditujukan untuk mempermudah penyaluran berbagai program pemerintah pada masa mendatang, termasuk bansos.
"Tetapi yang disiapkan oleh pemerintah pada saat berusia 17 tahun, karena ini nanti akan didorong untuk berbagai program pemerintah termasuk bansos," kata Airlangga.
Menurut Airlangga, pemerintah mempertimbangkan pembukaan rekening sejak masyarakat berusia 17 tahun.
Targetnya, program ini dapat mencakup sekitar 200 juta penduduk Indonesia.
Namun, pemerintah belum menentukan kapan target tersebut akan tercapai.
Dalam upaya menjalankan program ini, pemerintah juga tengah menyiapkan sinkronisasi dengan data kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
"Targetnya kan kalau keseluruhan itu ada 200 juta penduduk," ucapnya.
"Jadi kita targetnya 200 juta penduduk," sambungnya.
Baca juga: Viral ART Diduga Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Dipakai untuk Nikah Mewah di Kampung
Meski demikian, ia belum merinci batas waktu untuk mencapai target tersebut.
Terkini, Airlangga mengatakan, pemerintah masih melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak termasuk Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Dalam Negeri.
Pembukaan rekening otomatis tersebut masih dalam tahap persiapan dan koordinasi lintas lembaga.
"Kita sedang siapkan. Kapan nanti di launching kita sedang koordinasi dengan BI, OJK, Mendagri," pungkasnya.