Baca juga: Aroma Menyengat Tak Menyurutkan Langkah Wabup Lahat Berdialog dengan Pemulung di TPA Sampah
SRIPOKU.COM, LAHAT — Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Koordinator Wilayah Kabupaten Lahat menghadirkan terobosan mulia dengan mendirikan Rumah Belajar Inspirasi di lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat. Kehadiran fasilitas pendidikan sederhana ini disambut antusias oleh puluhan anak dari keluarga pemulung setempat.
Pengurus IPI Lahat sekaligus pendiri Rumah Belajar Inspirasi, Rizky Ardiyansyah, mengungkapkan bahwa program sosial ini telah berjalan sekitar dua bulan.
Pada awal perencanaannya, pihak pengelola sempat diliputi keraguan lantaran khawatir para orang tua tidak mengizinkan anak-anak mereka untuk belajar, mengingat keseharian mereka dihabiskan untuk membantu orang tua mengais sampah demi menyambung hidup.
Namun, berkat pendekatan persuasif dan sosialisasi intensif yang dilakukan para relawan, para pemulung akhirnya dengan sukarela merelakan anak-anak mereka menimba ilmu.
“Awalnya tempat belajar persis di tengah-tengah tumpukan sampah, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun para pemulung dengan sukarela mencarikan tempat, dengan memanfaatkan bangunan di TPA yang tidak digunakan. Mereka bergotong royong setiap selesai bekerja agar tempatnya bersih, sehingga lokasi cukup kondusif dan nyaman, dan anak-anak bisa belajar dengan riang gembira,” ujar Rizky, Selasa (8/9/2026).
Rizky menambahkan, pada awal kegiatan belajar dimulai, para relawan sempat terkejut mendapati banyak anak pemulung yang belum lancar membaca dan menulis, meskipun sebagian dari mereka tercatat sudah duduk di kelas 3 hingga kelas 6 Sekolah Dasar (SD).
Kendati demikian, fakta tersebut justru menyulut semangat para relawan untuk berjuang mengejar ketertinggalan pendidikan anak-anak marjinal tersebut.
“Kami berusaha agar anak-anak bisa membaca dan menulis terlebih dahulu, baru program mengajarnya disesuaikan dengan kemampuan mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IPI Koordinator Wilayah Kabupaten Lahat, Tommy Sahara, menegaskan bahwa komunitas pemulung merupakan kelompok masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian serius dari berbagai kalangan.
Ia pun mengajak masyarakat luas untuk turut ambil bagian, baik memberikan dukungan materil maupun tenaga.
Saat ini, Rumah Belajar Inspirasi masih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi relawan pengajar mengingat masih terbatasnya tenaga pendidik.
Selain sektor pendidikan dasar, IPI Korwil Lahat juga membuka pintu kolaborasi bagi instansi maupun kelompok manapun untuk bersinergi dalam program pemberdayaan komprehensif.
Tujuannya tidak lain adalah untuk menggali potensi terpendam para pemulung sehingga memiliki kemandirian ekonomi dan sumber daya manusia yang mumpuni agar terlepas dari jerat kemiskinan dan keterbelakangan.
“Yang urgen mereka butuh akses pendidikan dan kesehatan, serta program pemberdayaan berkelanjutan agar bisa mandiri,” pungkas Tommy.