TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU -Mobil pengangkut tabung LPG kecelakaan tunggal hingga terbalik di JL Trans Sulawesi, Desa Tadui, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (9/9/2026).
Lokasi kecelakaan berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Mamuju.
Mobil tersebut diketahui dalam perjalanan dari Makassar menuju Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Belang-Belang untuk mengantarkan LPG.
Baca juga: Kemarau Panjang Belum Berakhir, Pemkab Pasangkayu Gelar Salat Istisqa di Lapangan Merdeka
Baca juga: Cuaca Sulbar Hari Ini, Ada Potensi Hujan dan Gelombang hingga 2,5 Meter
Kanit Lantas Polresta Mamuju, AKP Agussalim Tahang, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.45 Wita.
Menurutnya, kecelakaan diduga terjadi setelah sopir kehilangan kendali saat melintasi jalan dengan tikungan berbentuk huruf S, di tukungan pertama mobil masih bisa dikendalikan di tikungan kedua sudah tidak bisa dikendalikan.
"Laka tunggal" kata AKP Agussalim Tahang kepada wartawan Tribun-Sulbar.com, Rabu (9/9/2026).
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kecelakaan tersebut. Dua orang yang berada di dalam mobil pengangkut LPG itu dilaporkan dalam kondisi sehat.
Mereka adalah H (26), sopir utama, serta R (25) yang merupakan sopir cadangan. Saat kecelakaan terjadi, kendaraan tersebut dikemudikan oleh R.
Mobil UD Quester milik pertamina tersebut diketahui membawa muatan LPG dengan berat sekitar 13 ton, beruntung Meski kendaraan terbalik, muatan LPG yang berada di dalam kendaraan dilaporkan masih dalam kondisi aman.
Petugas kepolisian telah melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Personel Satlantas Polresta Mamuju juga disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas dan tidak menyebabkan kemacetan sama sekali.
Agussalim memastikan kecelakaan tersebut tidak menyebabkan jalan Trans Sulawesi tertutup total. Posisi mobil yang terbalik hanya memakan sebagian badan jalan sehingga kendaraan dari kedua arah masih dapat melintas.
Sementara itu, proses evakuasi kendaraan masih dilakukan. Petugas sebelumnya telah mencoba mengevakuasi mobil tersebut menggunakan satu unit crane berkapasitas 25 ton dan excavator PC300.
Namun, proses evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal karena posisi kendaraan berada di dekat jaringan kabel listrik.
Untuk memaksimalkan proses evakuasi, saat ini armada tambahan dan peralatan pendukung telah diberangkatkan dari Makassar.
Sementara itu, sopir kendaraan akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan dan mengetahui secara lengkap penyebab kecelakaan tunggal tersebut.(*)
Laporan wartawan tribun-sulbar.com Baiq Sukma Widiawati