Liga Saudi menyingkap kontradiksi: mengapa Ronaldo tidak masuk nominasi Ballon d'Or?
Rina Kusumawati September 09, 2026 10:55 AM

Liga Saudi menyingkap kontradiksi: mengapa Ronaldo tidak masuk nominasi Ballon d'Or?

Apakah bintang Portugal itu diperlakukan tidak adil?

Kutukan Liga Saudi terus membayangi Cristiano Ronaldo. Sekali lagi, kapten Al-Nassr itu gagal masuk dalam daftar nominasi Ballon d'Or.

Majalah France Football pada Selasa merilis daftar lengkap nominasi Ballon d'Or 2026, penghargaan yang diberikan kepada pemain terbaik di dunia.

Daftar tersebut memuat pemain dari Liga Roshn Saudi, tetapi nama Ronaldo tidak ada di dalamnya. Dua pemain yang berhasil masuk adalah Sadio Mane dari Senegal, yang merupakan rekan setimnya di Al-Nassr, serta Julian Quinones dari Meksiko, penyerang Al-Qadsiah.

Ini menjadi kali keempat secara beruntun bintang Portugal itu tidak tercantum dalam daftar awal kandidat Ballon d'Or.

Periode tanpa nominasi itu datang setelah rentetan luar biasa. Selama 18 tahun, Ronaldo tidak pernah sekali pun absen dari daftar awal kandidat penghargaan tersebut.

Apakah Liga Pro Saudi merampas peluang Ronaldo meraih Ballon d'Or?

Menariknya, penurunan itu mulai terjadi setelah Ronaldo pindah ke Liga Saudi, bergabung dengan Al-Nassr pada Januari 2023 setelah kontraknya dengan Manchester United diputus.

Bagi sebagian pihak, penjelasannya terletak pada standar Liga Roshn Saudi itu sendiri. Ronaldo masih belum mampu mempersembahkan gelar besar bersama Al-Nassr, dan paceklik trofi itu juga berlanjut di level internasional bersama Portugal.

Mengapa Quinones dan Mane, bukan Ronaldo?

Hal yang janggal adalah Quinones mendapatkan nominasi Ballon d'Or pertamanya setelah musim debut ketika ia finis sebagai pencetak gol terbanyak Liga Saudi. Ronaldo tidak pernah meraihnya, meski sudah dua kali memenangkan penghargaan yang sama.

Quinones memang tampil menonjol di Piala Dunia 2026 dengan mencetak 4 gol dan menyumbang satu assist. Namun, Ronaldo juga mencetak 3 gol di turnamen itu sebelum tersingkir di babak 16 besar, fase yang sama ketika Meksiko tereliminasi.

Di level domestik, Ronaldo mengungguli Quinones dalam pencapaian tim dengan membawa Al-Nassr menjuarai Liga Saudi setelah penantian 7 tahun.

Tidak ada sosok yang memberi pengaruh lebih besar dalam keberhasilan itu selain bintang Portugal tersebut. Ia mencetak 28 gol di Liga Roshn, terpaut 5 gol dari Quinones, yang finis di posisi keempat bersama Al-Qadsiah.

Dilema kecemerlangan internasional

Ronaldo menjadi motor utama keberhasilan Al-Nassr meraih gelar liga, tetapi nominasi justru diberikan kepada rekan setimnya, Sadio Mane, yang hanya membukukan 10 gol dan 6 assist di Liga Roshn musim lalu.

Performa Mane bersama Senegal di level internasional tampaknya menjadi alasan di balik pemilihannya. Ia membawa timnya melaju ke final Piala Afrika 2025, bahkan menuju gelar juara, sebelum keputusan administratif dari Konfederasi Sepak Bola Afrika mencabut gelar tersebut dari mereka.

Namun, di Piala Dunia 2026, Mane gagal mencetak gol. Ia hanya menghasilkan satu assist saat Singa Teranga tersingkir lebih awal di babak 32 besar.

Mencapai final kontinental dan tampil gemilang di kompetisi domestik tampaknya cukup untuk mengantar Mane meraih nominasi Ballon d'Or. Jadi, mengapa Ronaldo justru tidak mendapatkannya pada 2025?

Bintang Portugal itu memimpin tim nasionalnya menjuarai UEFA Nations League 2025, finis sebagai top skor Liga Roshn Saudi, dan mengantar Al-Nassr menempati posisi ketiga di belakang Al-Ittihad dan Al-Hilal.

Tidak satu pun dari pencapaian itu memberinya nominasi. Pertanyaan pun terus menggantung: mengapa Ronaldo selalu tersisih dari daftar ini sejak pindah ke Liga Saudi?

Pemenang Ballon d'Or

Apa pun yang terjadi, tempat Ronaldo dalam sejarah Ballon d'Or tetap aman, terutama dalam hal nominasi.

Tidak ada pemain yang lebih sering masuk daftar awal dibanding bintang Portugal itu. Total 18 nominasi miliknya membuatnya unggul satu atas rival besarnya dari Argentina, Lionel Messi.

Bek Italia Paolo Maldini berada di posisi ketiga dengan 13 nominasi, tepat di depan Johan Cruyff dari Belanda, Franz Beckenbauer dari Jerman, dan Karim Benzema dari Prancis, yang masing-masing mengoleksi 12 nominasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.