TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah kapal cepat yang membawa tujuh orang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat rombongan hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dikutip dari Youtube Kompas.com pada 9 September 2026, kapal tersebut membawa lima jurnalis, seorang nakhoda, dan seorang anak buah kapal (ABK). Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Hingga Rabu (9/9/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seluruh penumpang kapal yang hilang kontak tersebut.
Baca juga: Lima Jurnalis & Dua Awak Kapal Hilang Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Identitasnya
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, pihaknya menerima laporan mengenai kapal yang hilang kontak pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas dari Bayu, jurnalis Antara Banten, rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin siang.
Komunikasi terakhir dengan kapal tercatat pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah satu penumpang sempat mengirimkan koordinat posisi terakhir kepada rekannya yang berada di Lampung.
Namun, sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan kapal terputus sepenuhnya.
Sejak saat itu, kapal beserta tujuh orang yang berada di dalamnya tidak dapat lagi dihubungi.
Kelima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut telah diidentifikasi.
Mereka yakni Bagus Koirunas, jurnalis Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudis, jurnalis INS; Daus, jurnalis Anadolu; serta Donald, jurnalis freelance.
Selain lima jurnalis tersebut, kapal juga membawa seorang nakhoda dan satu ABK.
Rombongan diketahui menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut.
Basarnas Banten bersama tim SAR gabungan telah melakukan pencarian sejak laporan hilangnya kapal diterima.
Untuk mengoptimalkan operasi, Basarnas mengerahkan unit Rescue Car/RB02 Banten, peralatan SAR air, tim medis, serta perangkat komunikasi.
Pada Rabu (9/9/2026), area pencarian diperluas. Tim SAR menyisir wilayah dari Carita hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.
Perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya dan kemungkinan rute kapal sebelum akhirnya kehilangan kontak.
Saat kapal dilaporkan hilang kontak, kondisi cuaca di wilayah perairan tersebut disebut cerah berawan.
Angin bertiup dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot. Sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter.
Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kapal tersebut hilang kontak.
Tim SAR masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik untuk menemukan kapal dan seluruh penumpangnya.
Operasi pencarian diharapkan dapat segera menemukan keberadaan lima jurnalis, nakhoda, dan ABK yang hingga kini masih dalam pencarian.
(TribunTrends.com)