Sosok M Bagus Khoirunnas, Jurnalis Foto Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau
Evan Saputra September 09, 2026 11:39 AM

 

BANGKAPOS.COM – Inilah sosok M Bagus Khoirunnas satu dari jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.

Bagus bersama empat jurnalis lainnya diketahui berada di atas speedboat yang bergerak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Kapal tersebut dilaporkan kehilangan kontak pada Senin (7/9/2026) sore.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian untuk menemukan para jurnalis beserta penumpang lainnya.

Lantas seperti apa sosoknya?

Baca juga: Sosok 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Komunikasi Terakhir

Sosok Bagus

Ayah Bagus, Mansyur, mengenang putra semata wayangnya sebagai sosok yang memiliki etos kerja tinggi.

"Dia ini sosoknya emang pekerja keras. Dari dulu, mau kondisi apapun, dia ke lokasi buat foto," ungkapnya.

Sebagai fotografer, Bagus disebut memiliki sistem pekerjaan yang membuat dirinya harus aktif turun ke lapangan untuk mendapatkan karya yang dapat dipublikasikan.

"Apalagi dia kan wartawan foto yang dibayar kalo fotonya tayang. Kalo gak tayang kan ngga dibayar," sambungnya.

Mansyur juga menyebut Bagus bukan hanya dikenal sebagai pekerja keras. Putranya tersebut juga memiliki sejumlah prestasi dalam dunia fotografi.

Berbagai penghargaan dan kemenangan dalam kompetisi foto pernah diraih Bagus.

Salah satu karya terakhirnya yang berkaitan dengan Gunung Anak Krakatau bahkan sempat diunggah di akun Instagram Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Kini, Mansyur hanya berharap proses pencarian membuahkan hasil dan putranya dapat kembali dalam keadaan selamat.

"Kita berdoa aja, semoga anak saya selamat. Kondisinya sehat, semoga tim SAR bisa menemukan anak saya dengan selamat," ungkapnya.

Ayah Bagus Baru Tahu Anaknya Hilang

Mansyur yang juga merupakan wartawan senior mengaku terkejut ketika mengetahui putranya termasuk dalam rombongan jurnalis yang hilang kontak.

Ia mengatakan tidak mengetahui rencana Bagus untuk melakukan peliputan ke Gunung Anak Krakatau. Kabar tersebut justru pertama kali diketahuinya melalui grup pesan Basarnas Banten.

"Saya gak tahu info kalo dia (Bagus) mau liputan ke sana (Gunung Anak Krakatau). Saya tahunya tadi siang di group Basarnas rame," kata Mansyur di Kota Serang, Selasa (8/9/2026).

Kabar tersebut membuat Mansyur merasa cemas. Terlebih, informasi yang beredar menyebut adanya sejumlah jurnalis yang hilang kontak ketika berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, Bagus tidak sempat menyampaikan secara langsung mengenai keberangkatannya.

"Ke saya mah enggak ngasih tahu. Mungkin cuma istrinya saja yang tahu," kata Mansyur.

Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melakukan pencarian terhadap lima jurnalis tersebut pada Rabu (9/9/2026).

Sebelumnya, pencarian pada Selasa (8/9/2026) dilakukan sepanjang hari di sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir rombongan berada. Operasi kemudian dihentikan sementara pada malam hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan cakupan pencarian akan diperluas pada hari berikutnya.

"Rencananya besok tim akan memperluas area pencarian dari mulai Carita sampai ke Gunung Anak Krakatau," ujar Kepala Basarnas Banten Al Amrad kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Pada pencarian hari pertama, dua tim dikerahkan. Tim pertama menggunakan Rescue Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pandeglang dengan enam personel.

Sementara tim kedua bergerak menggunakan KN SAR 247 Tetuka dengan kekuatan sekitar 20 personel.

Penyisiran dilakukan mulai dari titik terakhir kapal diketahui hingga wilayah sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang yang berada di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Namun, hingga pencarian dihentikan sementara pada Selasa malam, belum ada informasi mengenai keberadaan rombongan maupun kapal yang mereka tumpangi.

"Pada Pukul 18.15 WIB tim kami sudah balik dari lokasi, dan akan dilanjutkan besok pagi," kata Amrad.

Arupadhatu 1 Berangkat dari Carita

Rombongan jurnalis tersebut sebelumnya menaiki kapal cepat Arupadhatu 1.

Kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi.

Berdasarkan data Basarnas Banten, terdapat tujuh orang dalam kapal tersebut, yakni lima jurnalis, seorang nahkoda, dan satu anak buah kapal (ABK).

Selain M. Bagus Khoirunnas yang merupakan fotografer Antara Banten, empat jurnalis lainnya yang dilaporkan hilang kontak adalah Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang berstatus jurnalis freelance.

Laporan mengenai hilangnya kontak kapal diterima Basarnas Banten pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB dari Bayu Antara Banten.

Sementara komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada Senin (7/9/2026) pukul 14.42 WIB.

Saat itu, salah seorang jurnalis sempat mengirimkan informasi mengenai posisi mereka kepada Abay, jurnalis yang berada di Lampung.

Tidak lama berselang, komunikasi terputus. Pada pukul 15.04 WIB, kapal tersebut sudah tidak dapat dihubungi.

Lokasi komunikasi terakhir tercatat berada di koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E, atau berjarak sekitar 9,98 mil laut dari garis daratan.

(TribunJakarta.com/TribunBanten/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.