Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menghadiri agenda Program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen yang digagas Kejaksaan Negeri Purwakarta di Desa Ciracas, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Rabu (9/9/2026).
Dalam agenda tersebut, Om Zein hadir bersama Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Yudhi Kurniawan serta jajaran pemerintah daerah dan unsur masyarakat.
Program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen menjadi salah satu agenda yang mempertemukan jajaran Kejaksaan dengan para petani di wilayah Kabupaten Purwakarta.
Pantauan Tribunjabar.id di lokasi, suasana kegiatan berlangsung di tengah hamparan area pertanian Desa Ciracas.
Baca juga: Daftar Agenda Wali Kota Tasikmalaya Viman Hari Ini: Termasuk Hadiri Khitanan Massal
Para peserta kegiatan tampak berbaur dengan para petani dan masyarakat setempat.
Bupati dan Kajari Purwakarta juga turun langsung ke area persawahan untuk melakukan penanaman padi.
Dengan kaki yang mulai terbenam di lumpur, para peserta menancapkan bibit-bibit padi secara bersama-sama.
Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Yudhi Kurniawan, mengatakan Kejaksaan Jagaraksa Tatanen merupakan bentuk komitmen Kejaksaan untuk hadir lebih dekat di tengah kehidupan masyarakat.
Menurutnya, penegakan hukum modern dan humanis tidak boleh hanya berhenti di balik dinding ruang persidangan.
"Hukum harus hadir secara nyata, menyapa langsung, dan menjadi pelindung di tengah-tengah denyut nadi kehidupan sosial masyarakat," kata Yudhi saat wawancara di lokasi, Rabu (9/9/2026).
Melalui Program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen, pihaknya ingin menegaskan bahwa Kejaksaan tidak hanya hadir sebagai penegak hukum.
Namun, Kejaksaan juga ingin menjadi sahabat sekaligus mitra strategis bagi para petani.
"Kami mengajak seluruh lapisan petani untuk saling menggenggam tangan dan bersinergi sebagai garda terdepan ketahanan pangan daerah maupun nasional," ujarnya.
Yudhi mengatakan, program tersebut memadukan semangat kepastian hukum dan upaya pencegahan potensi kejahatan di sektor pertanian.
Selain itu, lanjut dia, program tersebut juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sunda yang menjunjung penghormatan terhadap alam, tanah, dan nilai kekeluargaan.
Baca juga: Daftar Agenda Bupati Cirebon Hari Ini: dari Haornas ke Penghargaan
Ia berharap setiap benih padi yang ditanam dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Semoga setiap benih padi yang kita tancapkan ke bumi Purwakarta hari ini melahirkan bulir-bulir keberkahan," katanya.
"Semoga benih ini tidak hanya memupuk ketahanan pangan, tetapi juga menyemaikan rasa keadilan, kepastian hukum, dan kesadaran kolektif untuk terus menjaga serta memakmurkan bumi Purwakarta," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengapresiasi Program Jagaraksa Tatanen yang digagas Kejaksaan Negeri Purwakarta.
Menurut Binzein, program tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan dan benteng pertahanan ekonomi daerah berada di desa.
Salah satunya melalui sektor pertanian yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.
"Saya pikir ini sangat luar biasa untuk selalu mengingatkan bahwa benteng pertahanan ekonomi itu ada di desa. Pertahanannya ada di dunia pertanian," kata Binzein.
Menurutnya, sektor pertanian saat ini mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat desa yang memilih mengejar pekerjaan lain.
Padahal, pertanian merupakan salah satu warisan dari para leluhur yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.
"Mereka kadang mengejar sesuatu yang enggak pasti dan belum tentu berhasil, meninggalkan sesuatu yang sebenarnya sudah ada. Itu warisan dari leluhurnya," ujarnya.
Ia mengatakan, momentum Kejaksaan Jagaraksa Tatanen dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk kembali memperhatikan sektor pertanian.
Selain itu, kehadiran Kejaksaan di tengah petani juga dinilai memberikan rasa aman dan perlindungan dari sisi hukum.
Para petani dapat memperoleh pemahaman mengenai aturan dan persoalan hukum yang berkaitan dengan aktivitas mereka.
"Kadang petani melakukan sebuah kesalahan bukan karena dia sengaja, tapi karena dia tidak tahu," ucapnya.
Binzein menilai, melalui interaksi dan pendampingan dari Kejaksaan, para petani dapat memperoleh pencerahan serta pemahaman terkait aspek hukum.
"Setiap hari mereka bertemu dengan jaksa, mereka akan mendapatkan pencerahan-pencerahan. Saya pikir itu yang penting," katanya.(*)