Kabar Terbaru Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, 8 Orang Dicari
M Zulkodri September 09, 2026 11:39 AM

 

BANGKAPOS.COM--Kabar mengkhawatirkan datang dari perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten. Satu kapal cepat yang membawa delapan orang, termasuk sejumlah jurnalis, hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.

Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). Hingga Selasa (8/9/2026) malam, keberadaan rombongan belum berhasil dipastikan.

Polda Banten bersama Basarnas, TNI, dan tim terpadu penanggulangan bencana langsung melakukan operasi pencarian.

Namun, pencarian sempat dihentikan karena kondisi cuaca dan gelombang dinilai membahayakan keselamatan tim.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan pencarian telah dilakukan oleh unsur kepolisian melalui Direktorat Polair bersama Basarnas dan tim gabungan.

“Sudah mulai melakukan pencarian dari Polair kita bersama Basarnas, sama tim terpadu dari penanggulangan bencana, semua sudah membantu mencari itu,” kata Hengki, Selasa (8/9/2026), dikutip Antara.

Kapal Hilang Kontak di Tengah Perjalanan

Berdasarkan kronologi yang disampaikan Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Banten, rombongan berangkat dari Dermaga Pandeglang, Carita, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Perjalanan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Namun, kapal justru dilaporkan lost contact pada pukul 14.42 WIB, ketika berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Kasi Ops Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, rombongan kemudian diketahui berada di sekitar kawasan Anak Krakatau pada Senin sore.

“Posisi lost contact pada pukul 14.42 WIB, Senin 7 Sep 2026 di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau,” jelas Rizky melalui pesan WhatsApp, Selasa (8/9/2026) malam.

Tim SAR Sudah Sisir Perairan, Hasil Masih Nihil

Setelah menerima laporan, tim SAR langsung melakukan upaya pencarian.

Pada Selasa (8/9/2026) pukul 14.15 WIB, Unit Siaga SAR Pandeglang memberangkatkan satu unit rigid inflatable boat (RIB) untuk mencari informasi sekaligus melakukan penyisiran di sekitar lokasi.

Selanjutnya, pada pukul 17.25 WIB, KN SAR Tetuka diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

RIB kemudian melakukan penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang dengan radius sekitar 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Namun, hingga RIB kembali bersandar di Dermaga Marina Carita pada pukul 18.15 WIB, pencarian belum membuahkan hasil.

“Hasil nihil,” kata Rizky.

Sementara itu, KN SAR Tetuka masih dalam perjalanan menuju lokasi terdekat untuk dijadikan posko pergerakan tim pada pencarian berikutnya.

Pencarian Dilanjutkan dengan Kapal SAR Lebih Besar

Kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam operasi pencarian.

Kapolda Banten mengatakan pencarian sempat dihentikan karena hari mulai gelap, gelombang cukup besar, serta angin kencang yang dapat membahayakan personel.

“Tim juga sudah terpadu dari Basarnas maupun dari Polair, tadi sudah mencari, tapi belum dapat karena dihentikan oleh cuaca gelap, sudah malam hari, menjelang malam hari maupun ombaknya agak besar, angin, dan ada angin kencang,” ujarnya.

Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto mengatakan operasi pencarian akan kembali dilakukan pada Rabu (9/9/2026) pagi.

Pencarian akan melibatkan kapal Basarnas dan sejumlah unsur lainnya. Tim juga akan menggunakan kapal Basarnas dengan panjang sekitar 40 meter yang dinilai lebih memadai untuk mendukung operasi di tengah kondisi perairan yang masih berisiko.

Delapan Orang Berada di Dalam Kapal

Berdasarkan data Kantor SAR Banten, terdapat delapan orang di dalam kapal cepat tersebut.

Mereka terdiri dari dua awak kapal, seorang pemandu, serta lima jurnalis.

Berikut identitas delapan orang yang berada di dalam kapal:

  1. Warta (55) – Kapten kapal
  2. Surakman (60) – ABK
  3. Heriyanto (49) – Guide
  4. M Bagus Khoirunnas – Jurnalis Antara
  5. Ari Basuki – Jurnalis Merdeka
  6. Yudhis – Jurnalis iNews
  7. Daus – Jurnalis Anadolu
  8. Donal – Freelance

Hingga Selasa malam, tim gabungan masih berupaya mendapatkan informasi mengenai keberadaan kapal dan delapan orang yang berada di dalamnya.

Operasi pencarian akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan.

Polda Banten, Basarnas, TNI, serta unsur terkait menyatakan akan terus bahu-membahu mencari keberadaan rombongan tersebut.

Komunikasi terakhir

Komunikasi terakhir tercatat pada Senin (7/9/2026) pukul 14.42 WIB. 

Saat itu, salah satu jurnalis mengirimkan posisi terkini kepada jurnalis di Lampung bernama Abay. 

Namun, pada pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan kapal tersebut terputus. 

Titik koordinat komunikasi terakhir berada di 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E, atau sekitar 9,98 mil laut dari daratan.

Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi mengatakan kapal tersebut disewa rombongan dari warga setempat.

"Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info," katanya, Selasa.

Menurut Sandi, seorang guide yang berada di kapal sempat menghubungi istrinya sekitar pukul 16.00 WIB dan menyampaikan kondisi masih aman.

Setelah itu, komunikasi dengan rombongan tidak diketahui lagi.

"Kalau 14.00 WIB berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB perkiraan harus sampai darat. Sampai sekarang tidak ada kontak," jelasnya.

Keluarga terkejut

Mansyur, ayah pewarta foto Antara, M Bagus Khoirunnas mengungkapkan sosok anak tunggalnya.

Bagus dilaporkan hilang kontak bersama empat jurnalis lainnya saat menumpangi speedboat menuju perairan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda. 

Kapal yang membawa total delapan orang tersebut kehilangan sinyal sejak Senin (7/9/2026) sore dan hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.

Mansyur mengungkapkan bahwa anaknya Bagus merupakan sosok anak yang baik dan pekerja keras.

Sejak bergabung ke Media Antara sebagai jurnalis foto sekitar tahun 2018. Banyak karya yang telah anaknya hasilkan hingga saat ini.

"Dia ini sosoknya emang pekerja keras. Dari dulu, mau kondisi apapun, dia ke lokasi buat foto," ungkapnya.

"Apalagi dia kan wartawan foto yang dibayar kalo fotonya tayang. Kalo gak tayang kan ngga dibayar," sambungnya.

Selain dikenal sebagai pekerja keras, Bagus dikenal sebagai sosok yang berprestasi.

Sejumlah penghargaan hingga juara telah ditorehkan dalam berbagai ajang perlombaan foto.

Bahkan hasil karya foto terakhir soal Gunung Anak Krakatau diunggah dalam akun Instagram Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Mansyur berharap anak semata wayangnya bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat.

"Kita berdoa aja, semoga anak saya selamat. Kondisinya sehat, semoga tim SAR bisa menemukan anak saya dengan selamat," ungkapnya.

Mansyur yang juga seorang wartawan senior mengaku kaget mendengar kabar mengenai anak tunggalnya. 

Ia mengaku baru mengetahui musibah yang menimpa anak tunggalnya dari informasi di grup Basarnas Banten.

​Mansyur mengaku kaget saat pertama kali mendengar kabar musibah tersebut melalui grup pesan Basarnas Banten.

Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet RIB 02 Banten untuk menyisir perairan Selat Sunda dalam pencarian delapan orang yang hilang kontak.

Operasi berlangsung dari titik yang diduga menjadi lokasi terakhir speedboat, berjarak sekitar 9,98 nautical mile (NM) dari posisi RIB 02 Banten dengan estimasi waktu tempuh sekitar 40 menit.

Kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin dari selatan menuju utara berkecepatan sekitar 16,7 knot dan tinggi gelombang 0,4 hingga 1 meter.

Operasi pencarian tersebut melibatkan enam personel Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang bersama Polairud Pandeglang dan pemilik kapal. 

Tim juga membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya Rescue Car, perlengkapan SAR air, alat komunikasi, serta peralatan medis untuk mendukung proses pencarian dan penanganan apabila para penumpang ditemukan.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan laporan mengenai kecelakaan kapal hilang kontak tersebut diterima pihaknya pada Selasa sekitar pukul 13.55 WIB.

"Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB," kata Al Amrad dalam keterangan resminya, Selasa, dikutip dari TribunLampung.co.id.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terkait kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut belum kembali ke Dermaga Pagedongan, Carita.

“Polda Banten bersama Basarnas telah bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir rombongan tersebut melakukan komunikasi,” katanya dalam keterangan, Selasa.

Basarnas Banten telah mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang untuk melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.

Operasi SAR juga melibatkan Polairud Pandeglang dan unsur terkait lainnya.

Tim gabungan menyisir titik koordinat terakhir komunikasi hingga sejumlah pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah peralatan pendukung turut diterjunkan, di antaranya Rescue Inflatable Boat (RIB) 02 Banten, perlengkapan SAR air, perangkat komunikasi, serta peralatan medis.

Berdasarkan data Basarnas, titik terakhir kapal terdeteksi berada di koordinat 6°14'40.52" LS dan 105°40'49.48" BT atau sekitar 9,98 mil laut dari posisi RIB 02 Banten.

Saat proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dilaporkan cerah berawan. 

Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.

(Kompas.TV/Tribunnews.com/Tribunbanten.com/Bangkaposcom)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.