Kisah Pilu Kakak Adik di Palembang Bertahan Hidup, Ibu dan Nenek Meninggal, Kini Serba Kekurangan
Shinta Dwi Anggraini September 09, 2026 12:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Nasib malang dua anak di kawasan Jalan Kasnariansyah, Km 5, Palembang, Sumatera Selatan viral membutuhkan perhatian.

Usai kehilangan sang ibu satu tahun lalu, kini mereka harus kembali berduka setelah nenek yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga juga meninggal dunia dua hari lalu.

Kondisi tersebut terungkap melalui video unggahan akun Instagram @mommetigajagoan pada Selasa (8/9/2026).

Sang kakak masih duduk di kelas 1 SMA sedangkan adiknya duduk di bangku kelas 5 SD.

Saat disambangi warga, suasana duka masih terasa di depan rumah kontrakan sederhana yang dihuni kedua anak tersebut.

Baca juga: Terekam CCTV Aksi Diduga Percobaan Penculikan Siswa SD di SU 1 Palembang, Imingi Antar Pulang

Di bagian depan kontrakannya itu masih tampak tenda terpal sederhana sisa acara duka sang nenek yang baru dua hari terpasang.

Sehari-hari, ia bersama adik dan neneknya sebelum meninggal tinggal di rumah kontrakan seharga Rp500 ribu per bulan.

Sementara itu, satu adik lainnya yang masih balita dibawa oleh sang ayah dengan pasangannya.

"Masih ada tendanya, soalnya neneknya baru dua hari meninggal. dia tiga beradik terus dia tinggal berdua inilah sama adiknya," kata perekam video saat mengunjungi kontrakan.

Untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sang kakak mengandalkan pekerjaan sampingan sebagai driver ojek.

Namun, sepeda motor yang digunakannya saat ini mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan karena keterbatasan biaya perbaikan.

"Biasa ngojek tapi motornya rusak. Tidak tahu apa kendalanya dan tidak ada duit untuk benerinnya, sedangkan itu untuk keperluannya sehari-hari," ujar perekam dalam video tersebut.

Kondisi ini membuat kehidupan mereka makin memprihatinkan.

Untuk makan sehari-hari, pemuda tersebut mengaku kerap mengandalkan kebaikan dan bantuan dari para tetangga sekitar.

"Makan, alhamdulillah sering numpang kalau ada, kalau katek (tidak ada) tidak makan," tambahnya.

Baca juga: Identitas 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Peliputan Gunung Anak Krakatau, Sempat Kirim Foto

Tak hanya itu, mereka kini juga terancam masalah tunggakan biaya sekolah serta masa sewa kontrakan yang hampir habis.

"Sekarang lagi butuh biaya untuk bayar baju sekolah, sekolahnya di Karya Ibu kelas satu SMA," ujar perekam.

Kondisi memprihatinkan ini memicu simpati luas dari warganet. Banyak netizen yang menandai akun dinas terkait dan pejabat setempat, seperti Dinas Sosial Kota Palembang, agar segera memberikan perhatian dan penanganan mendesak bagi kedua anak tersebut.

"@ratudewa @palembang.dinsos tolong pak warga Palembang terlantar di tindak lanjuti," kata @ayzya92. (atau: ditindaklanjuti)

"RT nya mana tlong d data anak yatim, msh sekolah dan tdk mampu, usulkan dpt bansos pip dan pkh, mna pemerintah dinsos nya, pk ratu dewa tlong d bantu," ujar NV.IZ123.

"Infoin aja buk NOMOR REKENING ibuk di captionnya. InsyaAllah banyak orang-orang dermawan yg bisa bantu 10.000 x 1000 org aja udah 10 juga," kata Iqbalamsari.

 

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.