Update Pencarian 5 Wartawan Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau
Joseph Wesly September 09, 2026 12:50 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM- Berikut update pencarian lima wartawan  yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga Rabu (9/9/2026) siang.

Hingga siang ini, delapan orang yang berada di dalam speed boat yang lima di antaranya wartawan yang bertugas sebagai pewarta foto masih dalam pencarian.

Mereka hilang saat tengah melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau.

Dari delapan orang tersebut, terdapat seorang kapten kapal, seorang anak buah kapal (ABK), dan seorang guide serta lima jurnalis.

Dua RIB Dikerahkan ke Lokasi

Untuk memperkuat operasi pencarian, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju area pencarian.

Dukungan tersebut dilakukan setelah Basarnas Lampung menerima Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari Basarnas Banten pada Rabu sekitar pukul 00.33 WIB.

Permintaan itu mencakup dukungan personel sekaligus alat utama SAR untuk membantu proses pencarian di perairan Selat Sunda.

Sekitar pukul 07.00 WIB, dua unit RIB diberangkatkan menuju area yang telah ditentukan.

RIB 02 membawa tujuh personel, sedangkan RIB 03 mengangkut 10 personel.

Setibanya di sektor pencarian, tim langsung melakukan penyisiran berdasarkan search area yang telah ditetapkan bersama unsur SAR gabungan.

Lima pewarta foto Masih Dicari

Delapan orang yang berada dalam speed boat tersebut hingga kini masih berstatus dalam pencarian atau DP.

Mereka terdiri dari Warta (55) yang diketahui merupakan kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, serta Heriyanto (49) yang berperan sebagai guide.

Baca juga: Kronologi 5 Wartawan Hilang Saat Naik Kapal Cepat untuk Liputan Erupsi Anak Krakatau

Sementara lima lainnya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Basarnas Sisir Area Pencarian

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah mengatakan pengerahan dua RIB merupakan bentuk dukungan terhadap operasi SAR yang berlangsung di wilayah Banten.

Menurut Deden, personel dan peralatan yang diberangkatkan telah disiapkan untuk menjalankan pencarian secara terkoordinasi sesuai pembagian sektor di lapangan.

“Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda. Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan. Kami berharap upaya pencarian ini dapat segera menemukan kedelapan korban,” ujar Deden dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2026).

Deden menyebut kondisi perairan juga menjadi perhatian selama proses pencarian berlangsung.

Hal tersebut diperlukan untuk menentukan pola penyisiran yang tepat, terlebih area operasi berada di wilayah perairan dengan cakupan cukup luas.

Ia juga menekankan agar seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas pencarian.

Pencarian Libatkan Banyak Unsur SAR

Pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan, termasuk personel Pos SAR Bakauheni, kru KN SAR Basudewa, Lanal Lampung, Polairud, Mabes Polairud, Ditpolairud Polda Lampung, Kesbangpol Provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD Lampung, hingga Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Selain dua RIB milik Basarnas Lampung, operasi juga didukung KRI Lepu, satu paket alat pelindung diri (APD), serta perlengkapan SAR lainnya.

Seluruh unsur bergerak berdasarkan rencana operasi dan pembagian sektor yang telah ditetapkan tim SAR gabungan dikutip dari tribunjakarta

Speed Boat dan Delapan Orang Belum Ditemukan

Hingga Rabu (9/9/2026), belum ada informasi mengenai keberadaan speed boat maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan untuk menemukan keberadaan kapal beserta seluruh penumpangnya.

Basarnas Lampung memastikan dukungan terhadap operasi pencarian akan terus dilakukan bersama unsur SAR gabungan.

Pengerahan personel dan alat utama SAR akan dioptimalkan selama proses pencarian dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh petugas yang berada di lapangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.