Tujuh Kecamatan di Langkat Terendam Banjir, Pemkab Siagakan Posko 24 Jam
Randy P.F Hutagaol September 09, 2026 01:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Sedikitnya tujuh kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terendam banjir. 

Data tersebut berdasarkan laporan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Kabupaten Langkat per tanggal (8/9/2026). 

Adapun kecamatan yang terendam banjir yaitu Kecamatan Padang Tualang, Sawit Seberang, Tanjung Pura, Batang Serangan, Hinai, Sei Lepan, dan Besitang. 

Tak hanya banjir, bencana longsor juga terjadi di Kecamatan Sei Bingai dan Salapian.

"Banjir dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Batang Serangan selama dua hari berturut-turut," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Langkat, Amril, Rabu (9/9/2026). 

Lanjut Amril, kondisi tersebut meningkatkan debit air sungai hingga menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah yang dilalui aliran sungai.

Artinya ketinggian debit air yang cukup parah merendam rumah masyarakat terjadi di mana yang tempat tinggalnya tak jauh dari bantaran sungai. 

"Pemkab Langkat telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain menyalurkan 20 paket bantuan sembako kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Padang Tualang dan Tanjung Pura, menyediakan perahu fiber untuk mendukung mobilitas warga, serta meminjam pakaikan dua unit perahu fiber di Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, dan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura," ucap Amril. 

Selain itu, Amril menjelaskan sebanyak 15 unit geobag (girobag) telah disalurkan di Kecamatan Tanjung Pura. 

Pemerintah daerah juga menyiapkan personel dan sarana prasarana darurat berupa perahu karet, mobil tangki air, serta perlengkapan evakuasi untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk.

"Posko Pusdalops BPBD Kabupaten Langkat tetap bersiaga 24 jam dan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memperkuat penanganan bencana," kata Amril. 

Sementara itu, Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, meminta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pemerintah daerah bergerak cepat menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Langkat.

Tiorita menegaskan, pemerintah tidak boleh bersikap menunggu hingga kondisi memburuk. 

"Antisipasi, kesiapsiagaan, koordinasi lintas sektor, serta respons cepat harus dipastikan berjalan di lapangan untuk melindungi masyarakat," ujar Tiorita.

(cr23/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.