Iran berencana membuat zona terbatas di sekitar Selat Hormuz dan mengancam memberi sanksi kepada kapal yang masuk tanpa izin.
TRIBUNSTYLE.COM - Iran berencana membuat zona terbatas di sekitar Selat Hormuz, jalur laut yang sangat penting bagi perdagangan minyak dunia.
Dikutip TribunStyle.com dari Al Jazeera pada Selasa 8 September 2026, rencana tersebut diumumkan ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Kapal yang masuk ke zona tersebut nantinya dapat dimasukkan ke dalam daftar sanksi Iran.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan zona terbatas tersebut akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang. Wilayahnya disebut akan dimulai dari garis blokade laut yang dibuat Amerika Serikat dan mencakup sejumlah bagian Teluk Persia hingga menuju Selat Hormuz. Namun, Iran belum menjelaskan secara rinci batas wilayah maupun aturan yang akan diterapkan di dalam zona tersebut.
Rezaei mengatakan setiap kapal yang masuk ke zona baru itu akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi Iran. Ia juga menyebut Iran dan Oman telah menyepakati peta jalur baru bagi kapal yang melewati Selat Hormuz. Jalur tersebut akan melewati wilayah perairan Iran dan Oman, dengan Iran ikut mengatur penggunaannya.
Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini sangat penting karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Timur Tengah ke pasar dunia. Sebelum perang terbaru dimulai, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia disebut melewati selat tersebut.
Baca juga: Iran Hantam Hanggar Jet Tempur AS di Yordania, 3 Pesawat Kunci Kekuatan Udara Washington Jadi Target
Karena itu, gangguan terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz bisa berdampak jauh di luar kawasan Timur Tengah. Jika jumlah kapal yang melintas semakin berkurang, pengiriman energi dapat terganggu dan harga minyak dunia berpotensi meningkat. Kondisi tersebut juga dapat membuat biaya bahan bakar di berbagai negara ikut terdampak.
Iran sebenarnya sudah memiliki aturan sendiri mengenai jalur yang dianggap aman untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz. Sejak April 2026, Iran mengarahkan kapal untuk menggunakan jalur yang lebih dekat dengan garis pantainya. Iran juga memperingatkan kapal agar tidak menggunakan jalur lain tanpa izin.
Pada Juni, Oman bersama Organisasi Maritim Internasional atau IMO membuat jalur alternatif yang berada lebih dekat dengan wilayah Oman. Jalur tersebut dibuat untuk membantu kapal tetap bisa melewati Selat Hormuz dengan aman. Namun, kelompok Garda Revolusi Iran menolak jalur tersebut dan menyatakan bahwa kapal seharusnya menggunakan jalur yang ditetapkan Iran.
Ketegangan yang terus meningkat membuat jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz turun cukup tajam. Data perusahaan pemantau pelayaran menunjukkan hanya sekitar 10 kapal pengangkut komoditas yang rata-rata melintas setiap hari dalam 10 hari terakhir. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum perang ketika lebih dari 130 kapal dapat melintas setiap hari.
Meski begitu, kapal masih tetap melintas di jalur tersebut. Pemerintah Amerika Serikat menyebut lalu lintas masih berjalan dan memperkirakan pengiriman minyak tetap mencapai lebih dari setengah tingkat sebelum konflik. Di sisi lain, Iran mengatakan pihaknya tetap memiliki kemampuan untuk membuat perjalanan melalui Selat Hormuz menjadi sulit dan berbahaya.
Pertanyaan terbesar sekarang adalah apakah Iran benar-benar mampu memberlakukan zona terbatas tersebut, terutama jika berhadapan dengan kapal yang mendapat perlindungan militer Amerika Serikat. Sejumlah kapal telah diserang sejak konflik meningkat dan sedikitnya 19 pelaut dilaporkan tewas dalam berbagai insiden sejak Maret.
Pengamat menilai Iran memang mampu membuat pelayaran di Selat Hormuz menjadi lebih berisiko, tetapi kemampuan untuk mengendalikan wilayah yang lebih luas masih menjadi pertanyaan. Jika ketegangan terus meningkat, Selat Hormuz berpotensi menjadi titik penting yang memengaruhi keamanan pelayaran dan harga energi dunia. (TribunStyle.com | Ira Azzahra)