TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Polisi membantah kabar beredar yang menyebut telah terjadi upaya penculikan terhadap salah seorang siswa SDN 72 di Jalan Faqih Usman, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang.
Sebelumnya dari keterangan di sosial media, disebutkan peristiwa itu terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.45 WIB.
Kapolsek SU I, Kompol Heri, melalui Kanit Reskrim AKP Andrian Novale saat dikonfirmasi membantah tegas kabar tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, dua pria yang terekam CCTV mendekati seorang siswa, diduga bukan hendak melakukan penculikan.
"Ada memang kejadiannya, tapi diduga mau maling motor, bukan penculikan. Karena yang bersangkutan masuk ke area parkir motor," ujar Andrian kepada Sripoku.com, Rabu (9/9/2026).
Baca juga: Terekam CCTV Aksi Diduga Percobaan Penculikan Siswa SD di SU 1 Palembang, Imingi Antar Pulang
Isu upaya penculikan ini telah meresahkan warga sekitar sekolah dan masyarakat Kota Palembang.
Atas hal tersebut Adrian mengimbau masyarakat lebih bijak dalam memposting informasi di sosial media guna mencegah munculnya hoax.
Adapun dua pria yang terekam CCTV terlihat menggunakan sepeda motor matic warna hitam dan mendekat ke arah sekolah.
Terlihat mereka menghampiri siswa berinisial RZ yang kemudian viral disebut nyaris menjadi korban penculikan.
Informasi yang dihimpun Sripoku.com dari rekaman CCTV dan keterangan saksi, yakni Ari yang merupakan guru TU, saat itu kedua pria tersebut berboncengan menggunakan sepeda motor matik warna hitam dari arah Musi 6 ke arah Lorong Jaya Laksana sambil menoleh ke parkiran sekolah SDN 72 Palembang.
Lalu, mereka putar balik kemudian berhenti di depan pagar sekolah.
Satu orang yang duduk di boncengan langsung turun dan diduga hendak mencuri sepeda motor yang terparkir di halaman sekolah.
Namun, saat itu terdapat seorang siswa SDN 72 berinisial RZ yang berdiri di gapura sekolah sambil menunggu jemputan orang tuanya.
Kemudian, satu pria bertanya kepada siswa bernama RZ.
"Sudah pulang semua, Dek?" Namun, RZ hanya diam. Pria tersebut nampak mengawasi situasi di sekitar.
Tak lama kemudian, saksi Ari langsung mendekati pelaku dan bertanya.
"Ada apa, Kak?," ujarnya.
Kemudian dijawab.
"Kelas 1 sudah pulang belum?," ujarnya.
Ari menjawab.
"Sudah lama pulang, dari pukul 10.00 WIB tadi," katanya.
Setelah itu, kedua pria itu langsung kembali naik ke sepeda motor mengarah ke Jembatan Musi 6.
Ari kemudian bertanya kepada siswa RZ.
"Siapa itu, Nak? Kenal tidak?," kata dia.
RZ menjawab, "Tidak tahu, Pak. Saya tidak kenal."
Ketika ditemui Sripoku.com, Ari mengatakan dirinya baru menduga saja kedua pria itu hendak melakukan penculikan.
Sebab setelah kedua pria itu pergi, ia sempat bertanya kepada RZ, kenal atau tidak dengan mereka.
"Saya sempat tanya kepada RZ, kenal tidak dengan pelaku, Pak. Dijawab RZ tidak kenal. Karena selama ini kelas 2, RZ tidak pernah dijemput orang tuanya karena naik angkot," ungkapnya.
Sambung Ari, kedua pria tersebut juga saat kejadian membuka pintu pagar lebar-lebar.
"Saya tidak tahu, Pak, pelaku ini hendak menculik atau tidak," katanya.
Sedangkan seorang pengirim pesan (inbox) di akun Instagram tersebut ketika dikonfirmasi terkait peristiwa ini tidak membalas pesan awak media saat ditanya seputar kebenaran peristiwa ini.
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com