Kisah Heroik Idris Masang Kopong dan Tim BKO PLN, Berjuang Pulihkan Listrik Palue Pascagempa Flores
Oby Lewanmeru September 09, 2026 02:19 PM

POS-KUPANG.COM, KUPANG  -  Bagi Idris Masang Kopong, Team Leader Pemeliharaan Distribusi, perjalanan menuju Pulau Palue bukan sekadar tugas untuk memulihkan jaringan listrik.

Perjalanan itu menjadi pengalaman yang menguji keberanian, ketangguhan, sekaligus rasa tanggung jawabnya sebagai bagian dari tim yang harus memastikan masyarakat kembali mendapatkan listrik.

Perjalanan dimulai pada Senin 17/08/2026. Belum lama meninggalkan daratan, perjalanan sudah menghadapi kendala.

Salah satu mesin kapal mengalami masalah sehingga kapal harus berhenti untuk melakukan perbaikan. Di tengah kapal yang terus berguncang diterpa gelombang, rasa mual dan pusing mulai dirasakan. Namun, bagi Idris dan tim, perjalanan harus tetap dilanjutkan.

Baca juga: Distribusi Logistik ke Palue Macet, Bupati Sikka Minta Kemenhub Hadirkan Ferry Pengganti

Setelah mesin kembali berfungsi, mereka akhirnya dapat meneruskan perjalanan hingga tiba di Pulau Palue.

Setibanya di sana, tantangan yang sebenarnya baru dimulai. Idris dan tim mendapati bahwa akses dari pelabuhan menuju lokasi PLTS terputus di tiga titik akibat longsor.

Kendaraan pengangkut material tidak dapat melewati seluruh jalur. Satu per satu material harus dipindahkan secara manual agar dapat dibawa melewati medan yang sulit.

“Kami tidak tahu kalau dari pelabuhan sampai ke PLTS itu ada tiga titik longsor. Jadi kami tiga kali memindahkan kendaraan dan material untuk bisa sampai ke PLTS.”

Dalam kondisi tersebut, Idris tidak melihat medan sebagai alasan untuk berhenti. Bersama tim, ia terus bergerak hingga akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 Wita. Hari itu, tiga gardu yang mengalami padam menjadi prioritas. Dua gardu berhasil dinyalakan kembali. Sementara satu gardu lainnya masih belum dapat dipulihkan karena akses menuju lokasinya benar-benar sulit dilalui.

Menjelang pukul 17.30 Wita pada tanggal 17/08, dua gardu telah kembali menyala. Namun, bagi Idris, pekerjaan belum selesai. Masih ada satu gardu yang harus diperjuangkan.

Keesokan harinya, dua anggota tim ditugaskan untuk menelusuri jaringan menuju gardu terakhir. Sekitar pukul 09.00, kabar baik diterima: jaringan JTM menuju gardu tersebut dalam kondisi normal. Akan tetapi, persoalan kembali ditemukan pada jaringan SUTR.

Material yang dibutuhkan pun tidak ringan. Medan yang harus dilewati sangat sulit, tetapi Idris dan tim kembali membawa material tersebut melewati jalur yang tidak mudah. Tidak ada jalan pintas. Tidak ada pilihan selain terus berjalan dan memastikan jaringan dapat kembali berfungsi.

Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Menjelang pukul 16.00, jaringan listrik di wilayah tersebut berhasil dipulihkan 100 persen.

Bagi Idris, keberhasilan itu bukan hanya tentang menyalakan gardu. Di balik setiap gardu yang kembali beroperasi, ada perjuangan tim yang menempuh perjalanan laut, menghadapi gelombang, melewati titik longsor, mengangkat material, dan menembus medan yang sulit. 

Semua dilakukan demi satu tujuan: mengembalikan terang bagi masyarakat Pulau Palue.

Namun, perjalanan Idris dan tim belum benar-benar selesai. Tantangan berikutnya datang ketika mereka harus kembali meninggalkan Palue. 

Gelombang laut cukup besar. Kapal Ferry bahkan dua kali gagal bersandar, sementara kapal MTD juga tidak dapat merapat. Mereka akhirnya baru dapat menaiki kapal pada dini hari.

Di tengah segala keterbatasan itu, ada pula sisi kemanusiaan yang membuat perjalanan tersebut semakin berkesan. Selama berada di Palue, tim mendapat dukungan dari rekan mereka yang tinggal dan bekerja di PLTS setempat.

Rumah rekan tersebut menjadi tempat mengumpulkan bekal dan kebutuhan tim selama menjalankan tugas.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh General Manager PLN UIW NTT, F Eko Sulistyono. Ia menegaskan bahwa perjuangan para insan PLN di lapangan merupakan bukti nyata komitmen perseroan dalam melayani masyarakat hingga ke pelosok negeri.

“Perjuangan para petugas di lapangan seperti Idris dan tim di Pulau Palue adalah wujud nyata dedikasi serta kerja keras insan PLN untuk menghadirkan terang bagi masyarakat. Bagaimanapun sulitnya medan, baik menerjang gelombang maupun menembus jalur longsor, keselamatan dan keandalan pasokan listrik bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami,” tegas F Eko Sulistyono. 

Ia menambahkan bahwa keberanian dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan tim di lapangan menjadi inspirasi dalam memberikan pelayanan terbaik dan penuh rasa tanggung jawab bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Bagi Idris, pengalaman di Palue menjadi pengingat bahwa pekerjaan di lapangan bukan hanya tentang kemampuan teknis.

Ada keberanian untuk berangkat, keteguhan untuk menghadapi medan, kekompakan untuk saling membantu, dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas.

Sebagai Team Leader Pemeliharaan Distribusi, Idris menunjukkan bahwa seorang pemimpin bukan hanya mereka yang memberi arahan dari depan, tetapi juga mereka yang bersedia berjalan bersama tim ketika medan menjadi sulit. Ia dan tim mungkin berangkat dengan membawa peralatan dan material, tetapi yang mereka bawa pulang adalah sebuah pencapaian: Pulau Palue kembali terang.

Perjalanan itu meninggalkan satu pesan sederhana namun kuat: ketika listrik padam, tugas mereka bukan sekadar mencari titik gangguan, tetapi mencari jalan agar terang dapat kembali. Bahkan ketika jalan itu harus ditempuh melalui laut, longsor, gelombang, dan medan yang sulit. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.