Daftar Nama 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang Kontak di Selat Sunda, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian
Lisna Ali September 09, 2026 02:23 PM

TRIBUNPALU.COM - Identitas delapan penumpang speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terungkap.

Rombongan tersebut terdiri dari lima orang jurnalis dan tiga orang kru kapal.

Mereka dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian di lapangan.

Adapun lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.

Sementara itu, tiga kru kapal yang mendampingi rombongan juga turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Tiga kru tersebut adalah Warta (55) yang bertindak sebagai kapten kapal.

Selanjutnya ada Surakman (60) yang bertugas sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

Serta Heriyanto (49) yang ikut dalam rombongan sebagai pemandu peliputan atau guide.

Kapal jenis speedboat yang mereka tumpangi diketahui berangkat pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Baca juga: Palu Mulai Diguyur Hujan Ringan di Tengah Kemarau, BMKG: Belum Tentu Musim Hujan

Mereka dijadwalkan melakukan perjalanan pulang-pergi untuk meliput aktivitas terkini Gunung Anak Krakatau.

Namun, kapal yang membawa delapan orang tersebut tak kunjung kembali dan hilang kontak.

Laporan mengenai kecelakaan kapal hilang kontak ini diterima Kantor SAR Banten pada Selasa (8/9/2026) siang.

Baca juga: Buka Lomba Video Literasi, Kadispusip Donggala Ajak Peserta Jadi Pembuat Konten Edukatif

Lokasi Terakhir Sinyal HP

Basarnas Lampung bersiaga menyusul laporan lima jurnalis yang hilang kontak.

Humas Basarnas Lampung, Deni, mengatakan pihaknya saat ini melakukan pemantauan dan koordinasi dengan potensi SAR di wilayah Lampung, sembari menunggu perkembangan pencarian yang dilakukan Kantor SAR Banten.

"Kami menerima informasi ada lima jurnalis yang berangkat dari Banten ke Gunung Anak Krakatau untuk tugas peliputan. Saat ini masih dalam pencarian oleh Kantor SAR Banten," kata Deni, Selasa (8/9/2026) malam, dilansir TribunLampung.co.id.

Baca juga: Jurnalis Antara Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Karyanya Pernah Diunggah Prabowo

Deni menjelaskan, Basarnas Lampung belum melakukan pencarian langsung di perairan karena informasi mengenai keberadaan terakhir kelima jurnalis masih mengarah ke wilayah Banten.

"Lokasi terakhir sinyal HP-nya masih dekat ke wilayah Banten. Jadi sementara Kantor SAR Banten yang memimpin aksi di lapangan," ungkapnya.

Saat ini, tim SAR gabungan dari Kantor SAR Banten masih melakukan penyisiran di perairan untuk mencari keberadaan kelima jurnalis tersebut.

SAR Kerahkan RIB Sisir Selat Sunda

Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet RIB 02 Banten untuk menyisir perairan Selat Sunda dalam pencarian delapan orang yang hilang kontak.

Operasi berlangsung dari titik yang diduga menjadi lokasi terakhir speedboat, berjarak sekitar 9,98 nautical mile (NM) dari posisi RIB 02 Banten dengan estimasi waktu tempuh sekitar 40 menit.

Kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin dari selatan menuju utara berkecepatan sekitar 16,7 knot dan tinggi gelombang 0,4 hingga 1 meter.

Operasi pencarian tersebut melibatkan enam personel Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang bersama Polairud Pandeglang dan pemilik kapal. 

Tim juga membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya Rescue Car, perlengkapan SAR air, alat komunikasi, serta peralatan medis untuk mendukung proses pencarian dan penanganan apabila para penumpang ditemukan.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan laporan mengenai kecelakaan kapal hilang kontak tersebut diterima pihaknya pada Selasa sekitar pukul 13.55 WIB.

"Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB," kata Al Amrad dalam keterangan resminya, Selasa, dikutip dari TribunLampung.co.id.

Pencarian Dilanjut Hari Ini

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima informasi terkait kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut belum kembali ke Dermaga Pagedongan, Carita.

“Polda Banten bersama Basarnas telah bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir rombongan tersebut melakukan komunikasi,” katanya dalam keterangan, Selasa.

Basarnas Banten telah mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang untuk melakukan pencarian di perairan Selat Sunda.

Operasi SAR juga melibatkan Polairud Pandeglang dan unsur terkait lainnya.

Tim gabungan menyisir titik koordinat terakhir komunikasi hingga sejumlah pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah peralatan pendukung turut diterjunkan, di antaranya Rescue Inflatable Boat (RIB) 02 Banten, perlengkapan SAR air, perangkat komunikasi, serta peralatan medis.

Berdasarkan data Basarnas, titik terakhir kapal terdeteksi berada di koordinat 6°14'40.52" LS dan 105°40'49.48" BT atau sekitar 9,98 mil laut dari posisi RIB 02 Banten.

Baca juga: Pemkab Parimo Dorong ASN Tingkatkan Literasi Investasi melalui Tabungan Emas

Saat proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dilaporkan cerah berawan. 

Angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.

Hingga Selasa sore, Basarnas Banten belum menerima informasi resmi mengenai ditemukannya kapal maupun para penumpang.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad mengatakan pencarian akan dilanjutkan Rabu (9/9/2026). 

Area pencarian pada hari kedua akan diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan para korban.

"Rencananya besok (hari ini) tim akan memperluas area pencarian dari mulai Carita sampai ke Gunung Anak Krakatau," ujar Al Amrad.

Kesaksian Kades

Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi mengatakan kapal tersebut disewa rombongan dari warga setempat.

"Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info," katanya, Selasa.

Menurut Sandi, seorang guide yang berada di kapal sempat menghubungi istrinya sekitar pukul 16.00 WIB dan menyampaikan kondisi masih aman. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan tidak diketahui lagi.

"Kalau 14.00 WIB berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB perkiraan harus sampai darat. Sampai sekarang tidak ada kontak," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Basarnas, salah satu jurnalis di kapal sempat berkomunikasi dengan jurnalis di Lampung bernama Abay pada Senin sekitar pukul 14.42 WIB. Dalam komunikasi tersebut, lokasi kapal sempat dibagikan.

Kini area pencarian akan diperluas dengan melibatkan sejumlah peralatan tambahan, termasuk drone thermal dan kapal penyelamat.

Dalam pencarian hari pertama, operasi melibatkan personel KN SAR Tetuka, Rescuer USS Pandeglang, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, Polsek Carita, Satpol PP, Babinsa, unsur pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur media.

Peralatan yang digunakan antara lain KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, rescue car, truk personel, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Hingga operasi hari pertama ditutup, keberadaan speedboat beserta delapan orang di dalamnya masih belum diketahui.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.