Gangguan Sistem Udara Inggris Bikin 1.000 Penerbangan Batal
Septian Deny September 09, 2026 02:30 PM

Liputan6.com, London - Gangguan pada sistem pengendali lalu lintas udara diperkirakan masih berdampak pada penerbangan di Inggris pada Rabu. Masalah tersebut sebelumnya menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan dan memengaruhi puluhan ribu penumpang.

Bahkan, situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menyebut hingga 1.000 penerbangan dibatalkan setelah terjadi gangguan pada sistem penyedia layanan pengendali lalu lintas udara, Nats.

Dikutip dari BBC, Rabu (9/9/2026), Kepala Nats, Martin Rolfe, menyampaikan permintaan maaf atas gangguan tersebut. Kepada BBC, ia mengatakan akan dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Sebelumnya, Nats mengatakan proses untuk menyelesaikan masalah tersebut membutuhkan waktu "lebih lama dari yang diharapkan".

Sekretaris Transportasi Inggris Heidi Alexander juga dijadwalkan bertemu Rolfe pada Rabu. Dalam pertemuan tersebut, Rolfe akan diminta menjawab pertanyaan mengenai gangguan serta penanganan yang dilakukan.

Alexander juga diperkirakan akan menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa gangguan tersebut "secara tegas" bukan disebabkan oleh serangan siber.

Pesawat Kesulitan Lepas Landas

Gangguan itu membuat hanya sedikit pesawat yang dapat lepas landas. Kondisi tersebut menyebabkan pendaratan harus dibatasi dan sejumlah penerbangan bahkan tidak dapat berangkat dari bandara di luar negeri.

Masalah pada sistem pengendali lalu lintas udara itu berdampak luas di Inggris dan bahkan meluas ke luar wilayah tersebut. Sejumlah bandara di Skotlandia dan Irlandia juga melaporkan gangguan.

Maskapai EasyJet membatalkan sekitar 200 penerbangan, sementara British Airways membatalkan lebih dari 100 penerbangan.

Gangguan pada sistem Nats bukan kali pertama terjadi. Maskapai Ryanair dan Wizz Air bahkan menyerukan perombakan terhadap organisasi tersebut.

Wizz Air menyebut Nats dalam bentuknya saat ini "tidak layak untuk menjalankan tugasnya".

Ketika ditanya apakah dirinya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya, Rolfe mengatakan masih ada "banyak waktu untuk membahas hal itu nanti". Namun, untuk saat ini, ia menegaskan fokusnya adalah memastikan masalah tersebut dapat diselesaikan.

 

Puluhan Ribu Penumpang Terdampak

Ilustrasi boarding, penerbangan, airport, bandara. (Photo by Matthew Smith on Unsplash)
Ilustrasi boarding, penerbangan, airport, bandara. (Photo by Matthew Smith on Unsplash)

Ryanair, yang merupakan maskapai tersibuk di Eropa, melaporkan lebih dari 65.000 penumpangnya mengalami keterlambatan hingga delapan jam pada Selasa.

Di Bandara Heathrow, salah satu bandara tersibuk di Eropa, keberangkatan sempat dihentikan sekitar waktu makan siang. Aktivitas penerbangan kemudian kembali berjalan, sebelum kembali mengalami gangguan pada sore hari.

Pada sore tersebut, Heathrow disebut kehabisan ruang untuk menerima penerbangan yang datang karena pesawat tidak dapat berangkat sesuai jadwal.

Sebanyak 13 penerbangan yang seharusnya menuju Heathrow kemudian dialihkan ke bandara lain di Inggris dan Eropa.

Para penumpang diminta menghubungi maskapai masing-masing untuk memeriksa status penerbangan mereka.

British Airways mengatakan pihaknya memperkirakan gangguan tersebut akan menimbulkan dampak lanjutan.

"Kami terpaksa membatalkan atau mengalihkan lebih dari 100 penerbangan pada Selasa sore," kata seorang juru bicara.

"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk terus memberikan informasi terbaru kepada pelanggan dan mengatur perjalanan mereka agar tetap dapat melanjutkan perjalanan."

"Kami meminta pelanggan yang penerbangannya dibatalkan untuk tidak datang ke bandara dan bersabar jika mereka mencoba menghubungi kami, karena pusat layanan telepon kami saat ini sangat sibuk."

Bandara-bandara di seluruh Inggris juga melaporkan pembatalan dan keterlambatan penerbangan. Penumpang disarankan memeriksa informasi penerbangan mereka sebelum berangkat ke bandara.

Menurut FlightRadar24, bandara yang paling terdampak adalah Heathrow, Gatwick, Manchester, dan Birmingham.

Ryanair mengatakan penumpang yang terdampak akan mendapatkan pemberitahuan.

Penumpang Terjebak Berjam-jam di Landasan

Gangguan tersebut juga membuat sejumlah penumpang harus menunggu berjam-jam di dalam pesawat.

Phil White dari Bexhill mengatakan kepada BBC Your Voice bahwa penerbangannya menuju Lanzarote sempat melakukan proses naik pesawat sesuai jadwal. Namun, setelah itu, ia dan penumpang lainnya harus menunggu berjam-jam di landasan Bandara Gatwick.

"Kami diberi tahu bahwa radar sedang mati dan kami tidak bisa lepas landas," kata Phil.

Ia mengatakan kondisi di dalam pesawat masih cukup nyaman. Namun, pilot terus memberikan informasi kepada penumpang setiap sekitar 20 menit.

"Pilot masuk setiap 20 menit dan mengatakan mereka sedang menunggu informasi dari pengendali lalu lintas udara. Jika mereka mendapatkan informasi baru, dia akan memberi tahu kami," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.