5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Kerahkan Drone Termal
Hironimus Rama September 09, 2026 02:30 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANDEGLANG – Lima orang jurnalis dikabarkan hilang saat melakukan liputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026).

Saat ini operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak ini terus diintensifkan oleh tim gabungan Basarnas dan Polairud.

Berdasarkan data yang dikonfirmasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, terdapat lima jurnalis beserta kru kapal yang berada di dalam armada speedboat yang hilang tersebut:

Baca juga: Dentuman Gunung Anak Krakatau yang Terasa Sampai Bandung dan Lampung, Ini Penjelasan PVMBG

  • M. Bagus Khoirunnas – Pewarta Foto Kantor Berita Antara
  • Ari Basuki – Pewarta Foto Merdeka.com
  • Yudistiro Pranoto – Pewarta Foto iNews.id
  • Firman Daus – Jurnalis Anadolu Agency
  • Donal – Jurnalis Freelance

Kronologi Hilang Kontak di Selat Sunda

Peristiwa ini bermula saat rombongan jurnalis bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat.

Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB, di mana salah satu korban sempat mengirimkan titik lokasi (share location) di perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau kepada Putra M. Akbar, rekan anggota PFI di Lampung. 

Namun, sejak sore hari itu juga, seluruh kontak terputus total dan rombongan tak kunjung kembali ke daratan hingga dinyatakan hilang kontak sepenuhnya pada pukul 18.13 WIB.

Pencarian telah dilakukan oleh Tim SAR sejak Selasa (8/9/2026). Namun upaya pencarian itu tidak menemukan hasil.

Pencarian lanjutan kembali disiagakan pada Rabu (9/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB oleh tim gabungan.

Koordinator Operasi SAR, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa sebaran abu vulkanik GAK masih sangat membahayakan penerbangan pesawat berawak maupun helikopter.

Sebagai gantinya, tim mengerahkan teknologi dua unit drone termal yang disiagakan di atas kapal KN SAR Tetuka guna mendeteksi keberadaan korban dari udara secara aman dan presisi.

"Kita siap melaksanakan pencarian kembali pada pukul 07.00 WIB," kata Rizky, dikutip dari Antara, Rabu (9/9/2026).

"Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone termal," ujar Rizky.

PFI Pusat Siaga Penuh Satu Komando

Insiden hilangnya lima jurnalis ini menuai simpati dan perhatian luas dari kalangan insan pers nasional.

Merespons kondisi darurat tersebut, Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menegaskan bahwa keselamatan seluruh jurnalis dan kru kapal merupakan prioritas tertinggi dalam operasi ini.

"PFI Pusat bersama jajaran PFI Jakarta dan PFI Tangerang bergerak satu komando mengawal proses evakuasi dan berkoordinasi ketat dengan Basarnas serta Ditpolairud Polda Banten," tegas Dwi Pambudo.

Selain memantau proses evakuasi, PFI juga mengingatkan para awak media yang bertugas di area terdampak bencana untuk selalu menempatkan keselamatan di atas segalanya.

"Kami mengimbau awak media di lapangan untuk tetap mematuhi radius aman erupsi yang ditetapkan PVMBG," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.