Liputan6.com, Jakarta - Pegokart muda Morgan Holiondo Sonmoahi harus puas mengakhiri musim 2026 sebagai runner-up National Championship kelas Mini Rok pada ajang Eshark Rok Cup Indonesia.
Hasil tersebut diraih setelah Morgan menyelesaikan seri terakhir atau Round 6 Eshark Rok Cup Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Karting Internasional Sentul, Bogor, akhir pekan lalu.
Pada balapan pamungkas, Morgan sebenarnya menunjukkan performa menjanjikan. Pelajar kelas P6 Tzu Chi School tersebut mampu merebut posisi pertama pada sesi kualifikasi.
Namun, perjuangannya pada sesi berikutnya tidak berjalan mulus. Morgan finis di posisi kelima pada Heat dan kembali menempati posisi kelima pada Prefinal.
Masalah muncul pada sesi Final. Pegokart yang memperkuat Dewa United Motorsport itu mengalami engine problem sehingga harus puas finis di posisi ke-15.
Meski demikian, konsistensi Morgan dalam mengumpulkan poin sejak seri-seri awal membuatnya tetap mampu mengamankan posisi runner-up National Championship.
Bagi Morgan, hasil tersebut terbilang membanggakan. Pasalnya, ia baru mengenal dunia gokart pada awal tahun ini.
"Ya itu harapan saya. Semoga tak ada aral melintang hingga saya bisa mewujudkan keinginan itu," kata Morgan kepada media, Selasa (8/9/2026).

Prestasi Morgan sebenarnya membuka peluang lebih besar. Runner-up kelas Mini Rok itu berkesempatan mendapatkan tiket menuju Kejuaraan Dunia di Italia.
Kesempatan tersebut muncul setelah Michael Vino, yang berhasil menjadi juara nasional kelas Mini Rok, memutuskan tidak mengambil kesempatan berangkat ke Italia karena alasan tertentu.
Dengan demikian, peluang tersebut secara otomatis beralih kepada Morgan sebagai peraih posisi runner-up.
Namun, Morgan juga memilih tidak berangkat ke Italia. Faktor pendidikan menjadi pertimbangan utama keluarga untuk mengambil keputusan tersebut.
Ayah Morgan, Merlion Sonmoahi, menjelaskan putranya saat ini masih duduk di kelas P6 dan akan menghadapi ujian nasional untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
"Morgan saat ini kelas P6 dan akan menghadapi ujian nasional untuk ke tingkat selanjutnya. Jadi, pastinya kami akan lebih memprioritaskan sekolah dulu," ujar Merlion.
Menurut Merlion, keputusan tersebut bukan berarti Morgan mengendurkan ambisinya di dunia balap. Sebaliknya, keluarga berharap sang putra bisa tampil lebih kuat pada musim depan.
"Semoga saja tahun depan bisa juara nasional sehingga bisa berangkat dengan tiket dari hasil usaha sendiri sebagai juara nasional," tuturnya.
Morgan pun menerima keputusan keluarga untuk memprioritaskan pendidikan. Ia menyadari sekolah tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Di sisi lain, hasil runner-up pada musim debut justru menjadi motivasi bagi Morgan untuk meningkatkan kemampuan.
Pegokart muda tersebut bertekad menjalani latihan lebih keras dan tampil lebih konsisten pada musim depan. Targetnya jelas, yakni merebut gelar National Championship kelas Mini Rok.
Jika berhasil mewujudkan ambisi tersebut, Morgan berharap dapat memperoleh tiket ke Kejuaraan Dunia Italia melalui hasil perjuangannya sendiri sebagai juara nasional.
Musim 2026 pun menjadi modal berharga bagi Morgan. Baru mengenal gokart pada awal tahun, ia langsung mampu bersaing hingga finis sebagai runner-up nasional.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan diri pada musim 2027 dan mengubah status runner-up menjadi juara nasional.