TRIBUNNEWS.COM - Arsenal dipastikan tidak mendapatkan hukuman dari UEFA setelah membatalkan agenda konferensi pers menjelang pertandingan pertama Liga Champions 2026/2027 melawan Napoli.
Keputusan tersebut diambil UEFA setelah mempertimbangkan kondisi yang berada di luar kendali klub.
Perubahan jadwal perjalanan Arsenal membuat Mikel Arteta dan salah satu pemainnya tidak dapat menghadiri konferensi pers prapertandingan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Arsenal sebenarnya dijadwalkan menggelar sesi konferensi pers pada Selasa (8/9/2026).
Arteta bersama satu pemain harusnya hadir untuk memberikan keterangan sekaligus berbicara mengenai persiapan The Gunners menghadapi Napoli.
Namun, rencana tersebut berubah setelah perjalanan rombongan Arsenal menuju Italia mengalami gangguan.
Masalah teknis pada sistem pengatur lalu lintas udara menyebabkan sejumlah bandara di Inggris mengalami kendala operasional.
London Heathrow, London Stansted, dan London Gatwick termasuk beberapa bandara yang terdampak.
Situasi itu membuat penerbangan Arsenal tertunda sehingga Arteta tidak mungkin tiba di Italia sesuai jadwal konferensi pers.
Padahal, ketidakhadiran dalam agenda resmi UEFA dapat berujung pada sanksi finansial bagi klub. Karena itu, pembatalan konferensi pers sempat menimbulkan kemungkinan Arsenal bakal mendapatkan hukuman.
Menurut Daily Express, regulasi UEFA mengatur bahwa klub tidak dapat mengubah agenda prapertandingan sehari sebelum laga secara sepihak.
Perubahan hanya dapat dilakukan apabila terjadi keadaan kahar atau force majeure dan telah mendapat persetujuan UEFA.
Situasi yang dialami Arsenal kemudian memenuhi pertimbangan tersebut.
Baca juga: Tandang Arsenal ke Selatan Italia, Ujian Identitas The Gunners di Kandang Napoli
Gangguan penerbangan tidak hanya terjadi pada satu bandara, tetapi meluas ke sejumlah wilayah di Inggris.
Data Flightradar24 mencatat sedikitnya 10 bandara mengalami gangguan.
Selain tiga bandara di London, Manchester, Birmingham, dan East Midlands juga terdampak masalah penerbangan.
National Air Traffic Services (NATS) kemudian memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut.
Pada pukul 13.46 waktu setempat, NATS mengonfirmasi tengah menyelidiki persoalan teknis yang menyebabkan gangguan pada sistem pengatur lalu lintas udara.
NATS juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang yang terdampak serta meminta mereka memantau perkembangan penerbangan melalui maskapai masing-masing.
Kondisi tersebut menjadi alasan utama UEFA memberikan kelonggaran kepada Arsenal.
Setelah mempertimbangkan bahwa perubahan jadwal terjadi karena faktor di luar kendali klub, UEFA memastikan The Gunners tidak akan dikenai denda.
Terlepas dari kendala perjalanan, Arsenal tetap berusaha menjalankan persiapan pertandingan semaksimal mungkin.
Sebelum bertolak ke Italia, skuad Arteta tetap menjalani sesi latihan di Sobha Realty Training Centre. Agenda tersebut memang telah masuk dalam rencana persiapan Arsenal sebelum menghadapi Napoli.
Masalah kemudian muncul ketika rombongan Arsenal hendak melakukan perjalanan menuju Italia.
Penerbangan mereka mengalami keterlambatan akibat gangguan yang terjadi di sejumlah bandara Inggris.
Akibatnya, rombongan The Gunners baru dapat melanjutkan perjalanan setelah jadwal keberangkatan berubah. Mereka pun diperkirakan tiba di Napoli lebih lambat dari rencana awal.
Situasi tersebut membuat persiapan Arsenal menuju laga perdana Liga Champions musim ini sedikit terganggu.
Meski demikian, klub London Utara itu kini dapat fokus sepenuhnya pada pertandingan setelah UEFA memastikan tidak ada sanksi yang dijatuhkan.
Arsenal dijadwalkan menghadapi Napoli pada Kamis (10/9/2026) dini hari WIB. Laga tersebut menjadi awal perjalanan The Gunners di kompetisi Eropa musim ini sekaligus ujian penting bagi Arteta dan skuadnya.
(Tribunnews.com/Giri)