UPN Veteran Yogyakarta Optimalisasi Penambangan Emas Aluvial di Kebumen
Fatkhul Alami September 09, 2026 02:32 PM

SURYA.co.id | KEBUMEN- Tim  Universitas  Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) mendorong optimalisasi kegiatan penambangan emas aluvial di Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. 

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat  yang dipimpin Dr. Edy Nursanto, S.T., M.T., IPM. Langkah yang dilakukan memberikan edukasi, pelatihan, serta pendampingan kepada masyarakat mengenai  tata  kelola dan teknik penambangan emas aluvial yang baik, aman, dan berkelanjutan.

Menurut Edy Nursanto, desa Kebakalan, Kebumen, Jateng memiliki potensi ekonomi yang cukup besar melalui keberadaan endapan emas aluvial di aliran Sungai Luk Ulo. Potensi tersebut tidak hanya dapat dikembangkan sebagai sumber peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi  juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi wisata edukasi berbasis geologi.

Melalui konsep wisata edukasi tersebut, wisatawan lokal maupun mancanegara dapat memperoleh pengalaman secara langsung untuk melihat karakteristik geologi wilayah sekaligus memahami proses penambangan emas aluvial yang dilakukan oleh masyarakat. Pengembangan potensi pertambangan yang terintegrasi dengan wisata edukasi diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan alternatif dan memperkuat perekonomian masyarakat Desa Kebakalan.

Namun demikian, lanjut Edy Nursanto, pemanfaatan potensi emas aluvial di wilayah tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan utama adalah minimnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik penambangan yang baik dan benar. Banyak cadangan yang berpotensi belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masyarakat belum sepenuhnya memahami karakteristik endapan emas aluvial, teknik pengambilan material, maupun metode pengolahan dan pemurnian logam emas.

Keterbatasan pengetahuan tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap rendahnya produktivitas emas aluvial yang dihasilkan masyarakat. Selain itu, kegiatan penambangan yang selama ini dilakukan secara tradisional cenderung belum didukung dengan prosedur teknis yang baku serta penggunaan peralatan semi-mekanis yang sesuai.

Dalam praktiknya, masyarakat umumnya melakukan penambangan dengan cara menggali material sungai secara tidak terarah. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan perubahan morfologi aliran sungai dan pendangkalan pada sebagian sisi bantaran sungai. Karena itu, kegiatan pengambilan pasir yang mengandung emas alluvial perlu dilakukan berdasarkan ketentuan teknis dan prinsip kaidah penambangan yang baik dan benar, dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan.

“Potensi emas aluvial di Kebakalan perlu dikelola secara tepat agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek lingkungan. Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik endapan, teknik penambangan, pengolahan, hingga pengelolaan usaha agar kegiatan penambangan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” sebut Edy Nursanto yang merupakan Pengabdi Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, UPNVY ini.

Hadirkan nara sumber dari ESDM

Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kata Edi Nursanto,  Tim UPNVY menghadirkan narasumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai  tata kelola kegiatan penambangan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kehadiran nara sumberdari ESDM diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalankan aktivitas pertambangan sesuai aspek teknis, keselamatan, tata kelola, dan perlindungan lingkungan.

Selain pemberian materi, kegiatan juga dilaksanakan dalam bentuk workshop teknik penambangan emas aluvial. Workshop tersebut memberikan pemahaman mengenai prosedur penambangan yang baik dan berkelanjutan, termasuk pentingnya mengenali karakteristik endapan emas alluvial sebelum melakukan kegiatan pengambilan material.

Pendekatan tersebut menjadi penting mengingat aktivitas pengambilan pasir aluvial yang dilakukan tanpa perencanaan dan pengelolaan yang tepat dapat memberikan dampak terhadap ekosistem sungai maupun kawasan perbukitan di sekitarnya.

Oleh sebab itu, Tim UPNVY mendorong penerapan pendekatan pertambangan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, teknis, sosial, dan konservasi lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan cadangan emas alluvial dapat dilakukan secara lebih optimal tanpa mengorbankan keberlanjutan ekosistem.

Dorong Peningkatan Kapasitas dan Pemasaran

Selain aspek teknis penambangan, pengembangan usaha emas aluvial di Desa Kebakalan juga membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat dalam bidang manajemen usaha dan pemasaran. Selama ini, masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam membangun jaringan pemasaran yang lebih luas, baik untuk pasar domestic maupun peluang pasar internasional.

Karena itu, peningkatan kemampuan masyarakat tidak cukup hanya melalui penguasaan teknik penambangan. Masyarakat juga perlu dibekali pemahaman mengenai pengelolaan usaha, peningkatan kualitas produk, pengembangan jaringan pemasaran, serta strategi memperluas akses pasar.

Menurut Edy Nursanto, tim UPNVY melihat bahwa pengembangan potensi emas alluvial dapat dilakukan secara terpadu dengan menghubungkan penambangan, pengolahan, pengelolaan usaha, pemasaran, dan wisata edukasi geologi. Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi kegiatan pertambangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Ke depan, optimalisasi potensi emas aluvial di Desa Kebakalan diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi  dan pendapatan masyarakat, tetapi  juga membangun model pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat yang memperhatikan prinsip keberlanjutan.

Melalui kegiatan pengabdian ini, UPNVY berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Pendampingan dan edukasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat Desa Kebakalan dalam mengelola potensi emas alluvial secara lebih teknis, produktif, aman, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan.

Dengan optimalisasi tersebut, potensi Sungai Luk Ulo tidak hanya dipandang sebagai sumber daya mineral, tetapi juga sebagai bagian dari potensi ekonomi, pendidikan, dan wisata geologi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Kebumen.

Penulis : 
Dwi Hari Laksana, SE, MM
Tim  Pengabdi Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UPNVY

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.