Nama-nama 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Liput Gunung Anak Krakatau
Fadri Kidjab September 09, 2026 02:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Operasi pencarian besar-besaran dikerahkan menyusul insiden yang menimpa delapan orang di perairan Selat Sunda.

Lima orang jurnalis dilaporkan hilang kontak secara misterius ketika tengah menjalankan tugas jurnalistik meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan, mengingat risiko tinggi yang kerap dihadapi para pekerja media demi menyampaikan informasi akurat kepada publik.

Tim SAR Gabungan yang memfokuskan operasi pada Rabu (9/9/2026) langsung memperluas radius penyisiran demi menemukan rombongan nahas tersebut.

Kronologi Singkat Hilang Kontaknya Rombongan di Perairan

Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan resmi, pelayaran yang sedianya berjalan lancar itu mendadak berubah menjadi situasi darurat.

Sekitar pukul 14.42 WIB pada hari keberangkatan, salah satu penumpang di atas kapal sempat melakukan kontak terakhir dengan mengirimkan titik lokasi atau share location kepada seorang jurnalis di Lampung.

Namun, situasi mulai mengkhawatirkan ketika komunikasi tersebut terputus total berselang beberapa menit kemudian, yakni tepatnya pukul 15.04 WIB.

Sejak saat itu, speedboat yang ditumpangi delapan orang tersebut gagal dihubungi dan tidak kunjung kembali ke dermaga awal hingga Selasa (8/9/2026) siang, yang akhirnya memicu laporan resmi kepada pihak Basarnas.

Identitas Delapan Korban dalam Manifes Pelayaran

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten merilis data manifes mengenai delapan jiwa yang berada di atas speedboat saat insiden hilang kontak terjadi.

Rombongan tersebut terdiri dari tiga awak kapal serta lima orang jurnalis dari berbagai media nasional maupun internasional.

Identitas awak dan pemandu kapal meliputi Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto yang bertindak sebagai guide.

Sementara itu, lima jurnalis yang ikut dalam rombongan peliputan erupsi tersebut adalah sebagai berikut:

M. Bagus Khoirunnas (Antara)

Ari Basuki (Merdeka)

Yudhis (iNews)

Daus (Anadolu)

Donal selaku jurnalis freelance.

Tim SAR turun tangan

Tim SAR Gabungan memperluas radius pencarian rombongan jurnalis
JURNALIS HILANG - Tim SAR Gabungan memperluas radius pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda, tepatnya di perairan Kabupaten Pandeglang, Banten. (Sumber: Rizky Dwianto/Basarnas Banten)

Mendapati laporan darurat tersebut, Kantor SAR Banten menerjunkan tim rescue menuju koordinat terakhir yang tercatat di sekitar perairan Selat Sunda.

Pada hari pertama pencarian, Selasa (8/9/2026), tim menyisir wilayah hingga sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang, meski hasil akhirnya masih belum membuahkan tanda-tanda keberadaan korban.

Memasuki hari kedua operasi pada Rabu (9/9/2026) pukul 07.00 WIB, skala pencarian diperluas secara signifikan.

Unsur yang terlibat tidak hanya berasal dari Basarnas Banten dan Pos SAR Pandeglang, tetapi juga menggandeng kekuatan dari Basarnas Lampung, jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, hingga bantuan dari para nelayan serta masyarakat setempat.

Untuk memaksimalkan penyisiran di area yang luas, Tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) dengan armada khusus.

Setiap unit dibekali jalur pelayaran serta teknik penyisiran terukur guna menyisir celah-celah perairan yang dicurigai menjadi lokasi hilangnya kapal.

SRU 1 diterjunkan menggunakan kapal besar KN SAR Tetuka 247 dengan cakupan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian (spacing) 3 NM.

Sementara itu, SRU 2 mengandalkan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran mencapai 69,5 NM serta spacing 3 NM.

Di samping kapal patroli berukuran besar, dua unit perahu taktis turut dikerahkan untuk memperketat penyisiran di area yang lebih dekat dengan daratan pulau vulkanik.

SRU 3 menggunakan unit RIB 01 Lampung dengan rencana penyisiran seluas 67 NM dan spacing 1 NM agar tidak ada objek terapung yang terlewat.

Adapun SRU 4 difokuskan untuk bergerak secara taktis menggunakan RIB 02 Banten guna melakukan penyisiran intensif di sepanjang pesisir Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Karakteristik perairan di sekitar pulau-pulau kecil ini memerlukan ketelitian tinggi mengingat posisinya yang menjadi jalur utama menuju Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian di perairan Selat Sunda ini tidak hanya mengandalkan armada laut, tetapi juga didukung oleh sarana darat dan teknologi pemantauan modern.

Tim mengerahkan unit rescue car, truk personel, hingga perangkat pemantau udara canggih berupa drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh atau obyek mencurigakan dari udara.

Selain itu, kelengkapan pendukung seperti peralatan SAR air, perlengkapan medis darurat, perangkat komunikasi jarak jauh, serta logistik pendukung lainnya telah disiagakan sejak hari pertama.

Seluruh peralatan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat di lapangan manakala korban berhasil ditemukan.

Faktor cuaca menjadi salah satu penentu utama kelancaran operasi pencarian korban di tengah perairan terbuka.

Kasubsie Ops dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyampaikan bahwa kondisi meteorologi di sekitar lokasi terpantau relatif mendukung saat tim meluncur pada Rabu (9/9/2026) pagi.

"Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter," ujar Rizky dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTV, Rabu (9/9/2026).

Di tengah upaya keras tim penyelamat di lapangan, doa dan harapan terus mengalir dari pihak keluarga serta rekan sesama jurnalis.

Mansyur, ayah dari M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto Antara yang turut menjadi korban), mengenang putranya sebagai sosok pekerja keras yang selalu totalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik meskipun harus menghadapi kondisi medan yang berat.

Publik luas dan komunitas pers tanah air turut memantau perkembangan operasi ini dengan penuh harap.

Seluruh pihak kini bersatu dalam doa agar Tim SAR Gabungan diberikan kemudahan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, sehingga kedelapan korban, baik jurnalis maupun awak kapal, dapat segera ditemukan kembali dalam keadaan selamat. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.