TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Korban dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026) meningkat.
Hingga Rabu siang, tercatat ada 230 siswa dari dua sekolah yang mengalami gejala keracunan makanan.
Mereka terdiri dari 103 siswa SMPN 1 Gembong dan 127 pelajar MTsN 3 Pati.
Kepala SMPN 1 Gembong Istiana dan Kepala MTsN 3 Pati Zaenal Arifin mengonfirmasi jumlah anak didik mereka yang diduga keracunan MBG.
Mereka diduga keracunan MBG yang disajikan pada Selasa (8/9/2026).
Para siswa mulai merasakan gejala setelah tiba di rumah hingga Rabu pagi saat di sekolah.
Mereka kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, Puskesmas Gembong.
Namun, karena Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas tak mampu lagi menampung pasien, sebagian siswa kemudian dilarikan ke RSUD RAA Soewondo Pati.
Informasi terbaru, UGD RSUD juga kelebihan pasien sehingga ada pula siswa yang dilarikan ke rumah sakit swasta.
Baca juga: Pengakuan Siswa Gembong Pati Diduga Keracunan MBG: Mual Hingga Diare Sepulang Sekolah
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan keracunan massal ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo menyampaikan, informasi awal terkait peristiwa tersebut mulai diterima pihak Dinkes pada Rabu pagi, sekitar pukul 08.30 WIB.
"Informasi yang kami dengar, awal ini merupakan dugaan keracunan dari makanan MBG yang disajikan kemarin."
"Tapi, sekali lagi, ini masih dugaan," ujar Luky saat memberikan keterangan kepada media di SMPN 1 Gembong.
Luky menegaskan, pihak Dinkes Pati belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut.
Saat ini, tim epidemiologi telah diterjunkan ke lapangan untuk mengumpulkan data dan mengambil sampel dari penyedia makanan, yakni SPPG Gembong 1.
"Tim kami sedang melakukan PE atau penyelidikan epidemiologis."
"Jadi, kami belum bisa memastikan terkait penyebabnya seperti apa."
"Nanti, kita tunggu hasil penyelidikan epidemiologis dan uji labnya," kata Luky.
Menurutnya, seluruh sampel makanan yang disajikan kemarin diambil langsung dari bank sampel yang ada di dapur penyedia, yaitu SPPG Gembong 1, dan akan diperiksa di laboratorium tingkat provinsi.
Baca juga: Kasus Berulang, MBG Watch Ajak Orangtua Siswa Korban Keracunan MBG Gugat BGN
Proses pengujian laboratorium ini diperkirakan memakan waktu satu hingga dua pekan.
Terkait jumlah pasti siswa yang terdampak, pihak Dinkes Pati belum membeberkan angka riil lantaran pendataan di lapangan masih dinamis.
Proses evakuasi dan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) masih terus berlangsung.
"Data masih dinamis, kami belum bisa memastikan berapa jumlahnya."
"Nanti, data akan kami update berdasarkan sinkronisasi kami dengan Faskes yang ada di RSUD Soewondo, RS Mitra Bangsa, dan RS KSH," paparnya.
Untuk saat ini, wilayah terdampak dipastikan berada di dua titik sekolah tersebut.
Sebagian siswa yang mengalami gejala di lingkungan sekolah sudah mendapatkan penanganan medis dasar dan beberapa di antaranya diperbolehkan pulang.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta mempermudah penanganan, kegiatan pembelajaran di SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati dihentikan sementara.
Para siswa dipulangkan lebih awal. (*)