Dua Pendaki Hilang Saat Turun dari Gunung Agung, Tim SAR Sisir Hutan di Ketinggian 2.800 Mdpl
Talitha Daren September 09, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Dua pendaki dilaporkan hilang setelah diduga tersesat saat turun dari Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali.

Kedua pendaki tersebut diketahui bernama Piqri Zaenal Abidin (20) dan Lorenzo Regiraldo Tawang (23).

Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian pada Rabu (9/9/2026), setelah keduanya tidak lagi dapat dihubungi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan kedua pendaki diperkirakan berada di kawasan hutan pada ketinggian sekitar 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dikutip dari Kompas.com pada 9 September 2026, keduanya dilaporkan tersesat saat turun dari Gunung Agung.

Baca juga: Bule China Jadi Pengawas Proyek di Denpasar Bali Pakai Visa Turis, Dideportasi & Imigrasi Buka Suara

Naik Lewat Jalur Pasar Agung

Piqri dan Lorenzo diketahui memulai pendakian melalui jalur Pos Pura Pasar Agung, Kecamatan Selat, Karangasem.

Keduanya mulai mendaki pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.

Namun, saat perjalanan turun, keduanya diduga kehilangan arah. Kontak terakhir dengan kedua pendaki diketahui terjadi sekitar pukul 17.30 Wita.

Upaya pencarian kemudian dilakukan setelah keberadaan mereka tidak diketahui dan komunikasi dengan keduanya terputus.

PENDAKI BALI HILANG - Pencarian pendaki hilang di Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (9/9/2026) (Tribun Trends/Basarnas Bali)

Tongkat Pendaki Ditemukan di Ketinggian 2.854 Mdpl

Tim SAR memperoleh petunjuk penting dalam proses pencarian setelah menemukan tongkat yang diduga milik salah satu pendaki.

Tongkat tersebut ditemukan di kawasan dengan ketinggian sekitar 2.854 mdpl.

Temuan itu kemudian dijadikan salah satu acuan oleh tim SAR untuk menentukan arah pencarian kedua pendaki.

Sebanyak enam personel Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem bergerak menuju lokasi pada Rabu sekitar pukul 08.45 Wita.

Setelah tiba di area parkir Pasar Agung sekitar pukul 10.00 Wita, tim selanjutnya berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk menyusun strategi pencarian.

PENDAKIAN GUNUNG AGUNG - Pemandangan Gunung Agung di Bukit Cinta Pangi, Karangasem, Bali
PENDAKIAN GUNUNG AGUNG - Pemandangan Gunung Agung di Bukit Cinta Pangi, Karangasem, Bali (Tribun Trends/DOK.FACEBOOK.COM/Astika Tour Bali via Kompas.com)

Tim SAR Bagi Pencarian Menjadi Tiga SRU

Untuk memperluas jangkauan pencarian, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

“Tim kemudian dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian,” ujar Sidakarya.

SRU 1 yang beranggotakan 10 personel bergerak menyusuri jalur pendakian menuju bagian atas Gunung Agung. Tim tersebut mulai bergerak sekitar pukul 10.35 Wita.

Sementara SRU 2 yang juga terdiri dari 10 personel bergerak dari kawasan Embung Telung Buana menuju arah atas Gunung Agung sekitar pukul 10.56 Wita.

Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang cukup sulit. Sebagian wilayah yang disisir merupakan kawasan hutan dengan medan terjal.

Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan disertai hujan ringan. Jarak pandang di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 8 kilometer.

Libatkan Unsur SAR Gabungan

Operasi pencarian tidak hanya melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Sejumlah unsur turut dikerahkan, di antaranya BPBD Karangasem, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Damkar Karangasem, serta Puskesmas Selat.

Selain itu, pemandu KUPS lokal Pasar Agung dan rekan kedua pendaki juga ikut terlibat dalam proses pencarian.

Tim gabungan terus menyisir kawasan yang diduga menjadi lokasi kedua pendaki tersesat dengan mengacu pada sejumlah petunjuk yang ditemukan di lapangan.

(TribunTrends.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.