TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Kepulan asap tebal akibat kebakaran lahan menyelimuti kawasan depan Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 12.40 WIB.
Asap pekat tampak membumbung tinggi dari lokasi kebakaran yang berada tidak jauh dari fasilitas umum tersebut.
Kondisi itu membuat jarak pandang di sekitar Jalan Mohammad Hatta menurun drastis dan mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Di tengah teriknya siang, sejumlah pengendara terlihat memperlambat laju kendaraan.
Bahkan beberapa di antaranya memilih berhenti sejenak karena tebalnya asap yang menutupi ruas jalan.
Baca juga: Dua Orangutan di Kota Besi Kotim Kalteng Dilaporkan Keluar dari Habitat yang Terbakar
Seorang warga bernama Chandra mengaku sempat kesulitan saat melintas di depan Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Menurutnya, asap yang muncul dari lokasi kebakaran begitu tebal hingga membuat jalan nyaris tidak terlihat.
"Saat saya lewat di Jalan Mohammad Hatta depan kantor kecamatan, asapnya sangat tebal. Banyak kendaraan yang memilih berhenti karena jarak pandang sangat terbatas dan kondisi jalan terasa tidak aman untuk dilewati," kata Chandra saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan petugas gabungan bersama tim suplai air telah berada di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas ke area sekitar.
Menurut Chandra, hingga siang hari proses pemadaman masih berlangsung. Sejumlah personel tampak berjibaku menyemprotkan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
"Sampai sekarang petugas masih melakukan pemadaman. Tim suplai air juga terus berdatangan untuk membantu proses pemadaman di lokasi," ujarnya.
Chandra menilai kebakaran kali ini menjadi yang paling parah yang pernah terjadi di kawasan tersebut.
Meski sebelumnya lahan di sekitar lokasi beberapa kali terbakar saat musim kemarau, namun belum pernah menimbulkan asap setebal kali ini.
"Kalau kebakaran memang pernah beberapa kali terjadi di sekitar sini, tapi tidak pernah sampai asapnya setebal sekarang. Ini yang paling parah yang saya lihat karena jalan sampai sulit dilalui," ungkapnya.
Sementara itu, petugas gabungan terus berupaya mengendalikan kobaran api dan mencegah kebakaran merambat ke area lain yang berada di sekitar fasilitas umum dan permukiman warga.