BANGKAPOS.COM - Inilah kunci jawaban IPS Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Edisi Revisi halaman 225, khususnya Bab 4 yang mengangkat topik Perdagangan Antarwilayah di Indonesia.
Buku IPS Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Edisi Revisi tersebut disusun oleh Supardi dan sejumlah penulis lainnya serta diterbitkan oleh Kemdikbud Ristek pada 2025.
Materi perdagangan antarwilayah menjelaskan aktivitas pertukaran barang maupun jasa yang berlangsung antara satu daerah dengan daerah lain di Indonesia.
Kegiatan tersebut muncul karena kondisi setiap wilayah tidak sama.
Ada daerah yang memiliki sumber daya atau produk tertentu dalam jumlah melimpah, sementara wilayah lainnya justru membutuhkan barang tersebut.
Baca juga: Sosok Arkhan Kaka, Tulis Pesan Perpisahan Usai Antar Timnas U20 Indonesia ke Piala Asia
Perbedaan potensi dan kebutuhan inilah yang kemudian mendorong terjadinya kegiatan perdagangan antardaerah.
Pada halaman 225, siswa akan menemukan latihan yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan antarwilayah di Indonesia.
Untuk membantu memahami materi, pembahasan soal dapat digunakan sebagai bahan belajar sekaligus pembanding setelah siswa menyelesaikan latihan.
Sebaiknya siswa mengerjakan setiap pertanyaan terlebih dahulu secara mandiri sebelum mencocokkannya dengan pembahasan.
Orang tua juga dapat memanfaatkan kunci jawaban ini sebagai referensi ketika memeriksa hasil pekerjaan anak.
Aktivitas 4.7 Aktivitas Kelompok Tujuan Setelah menyelesaikan aktivitas ini, kamu mampu menelaah macam-macam integrasi sosial, proses integrasi sosial dan faktor pendorong integrasi sosial secara mandiri dan bernalar kritis. Langkah-Langkah
1. Bagilah kelas menjadi kelompok beranggotakan 3‒4 siswa!
2. Buatlah panduan wawancara untuk setiap kelompok!
3. Butalah konten berupa infografis dan sejenisnya yang dibukukan untuk setiap kelompok. Buku tersebut dibuat dengan menggabungkan semua konten dan pamerkan di perpustakaan sekolah sebagai karya!
Tugas
1. Lakukanlah wawancara kepada masyarakat lingkungan sekitar untuk setiap kelompok!
2. Berdasarkan informasi yang didapatkan melalui wawancara, lakukan hal berikut
a. Bandingkan tiga fenomena yang terjadi dengan macam-macam integrasi sosial!
b. Analisis cara proses integrasi sosial yang terjadi di kalangan masyarakat!
c. Analisis faktor-faktor yang mendorong terjadinya integrasi sosial di kalangan masyarakat tersebut!
d. Buatlah konten infografis dan sejenisnya untuk setiap kelompok. Selanjutnya, sajikan dan presentasikan hasil konten tersebut!
Jawaban :
Panduan Wawancara
Tema: Integrasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
Tujuan wawancara: Mengetahui bentuk, proses, dan faktor yang mendorong terjadinya integrasi sosial di lingkungan masyarakat.
Pertanyaan wawancara
Bagaimana hubungan antarwarga di lingkungan ini?
Apakah warga sering melakukan kegiatan bersama? Jika iya, kegiatan apa saja?
Bagaimana sikap warga ketika terdapat perbedaan suku, agama, pekerjaan, usia, atau pendapat?
Apakah pernah terjadi perbedaan pendapat atau konflik antarwarga? Bagaimana cara menyelesaikannya?
Apakah warga saling membantu ketika ada tetangga yang mengalami kesulitan?
Bagaimana proses warga membangun hubungan yang rukun setelah terjadi perbedaan atau konflik?
Apa saja kegiatan yang menurut Bapak/Ibu dapat mempererat hubungan antarwarga?
Apa faktor utama yang membuat warga mau bekerja sama?
Apakah tokoh masyarakat atau ketua RT/RW berperan dalam menjaga kerukunan?
Menurut Bapak/Ibu, apa yang dapat dilakukan agar integrasi sosial di lingkungan ini semakin kuat?
2. Contoh Hasil Wawancara
Narasumber: Bapak Andi, Ketua RT
Lokasi: Lingkungan Desa Sukamaju
Tanggal: 9 September 2026
Berdasarkan hasil wawancara, hubungan antarwarga di Desa Sukamaju berjalan cukup baik. Warga memiliki latar belakang pekerjaan dan kondisi sosial yang berbeda, tetapi tetap dapat hidup berdampingan.
Kegiatan seperti kerja bakti, ronda malam, kegiatan peringatan hari kemerdekaan, pengajian, dan membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan menjadi sarana untuk mempererat hubungan masyarakat.
Perbedaan pendapat terkadang terjadi dalam rapat warga. Namun, masalah biasanya diselesaikan melalui musyawarah sehingga keputusan dapat diterima oleh sebagian besar warga.
Menurut narasumber, faktor yang paling mendorong kerukunan adalah sikap saling menghargai, gotong royong, komunikasi, toleransi, dan adanya kepedulian antarwarga.
3. Membandingkan Tiga Fenomena dengan Macam-Macam Integrasi Sosial
Fenomena 1: Kerja Bakti
Kerja bakti merupakan kegiatan yang dilakukan warga secara bersama-sama untuk membersihkan lingkungan.
Jenis integrasi: Integrasi normatif.
Hal ini terjadi karena masyarakat memiliki nilai dan norma bersama, seperti gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan tanggung jawab sebagai warga.
Fenomena 2: Musyawarah Warga
Ketika terdapat perbedaan pendapat mengenai kegiatan lingkungan, warga melakukan musyawarah untuk mendapatkan keputusan bersama.
Jenis integrasi: Integrasi fungsional.
Masyarakat menyadari bahwa setiap orang memiliki peran dan kepentingan yang berbeda, tetapi semuanya membutuhkan kerja sama agar kehidupan lingkungan tetap berjalan dengan baik.
Fenomena 3: Saling Membantu Ketika Ada Warga Kesusahan
Ketika ada warga yang sakit, terkena musibah, atau mengalami kesulitan, tetangga memberikan bantuan.
Jenis integrasi: Integrasi normatif dan fungsional.
Sikap tersebut didorong oleh nilai kepedulian dan solidaritas. Pada saat yang sama, kerja sama antarwarga membuat kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dan hubungan sosial semakin kuat.
4. Analisis Proses Integrasi Sosial
Proses integrasi sosial di masyarakat dapat berlangsung melalui beberapa tahap.
1. Akomodasi
Ketika terjadi perbedaan pendapat, masyarakat berusaha mengurangi pertentangan melalui musyawarah dan mencari jalan tengah.
2. Kerja sama
Setelah perbedaan dapat dikelola, warga bekerja sama dalam berbagai kegiatan, seperti kerja bakti dan kegiatan sosial.
3. Koordinasi
Warga kemudian mengatur pembagian tugas agar kegiatan bersama dapat berjalan dengan baik.
4. Asimilasi atau terbentuknya kehidupan yang harmonis
Dalam jangka panjang, kebiasaan bekerja sama membuat masyarakat semakin terbiasa hidup berdampingan dan menghargai perbedaan.
Dengan demikian, integrasi sosial tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui interaksi, komunikasi, penyesuaian, kerja sama, dan sikap saling menghargai.
5. Faktor Pendorong Integrasi Sosial
Beberapa faktor yang mendorong terjadinya integrasi sosial di lingkungan masyarakat adalah:
Faktor
Penjelasan
Toleransi
Warga menghargai perbedaan yang ada di antara mereka.
Gotong royong
Masyarakat terbiasa menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama.
Musyawarah
Perbedaan pendapat diselesaikan dengan mencari kesepakatan.
Komunikasi
Komunikasi yang baik mencegah kesalahpahaman.
Saling membutuhkan
Warga menyadari bahwa kehidupan masyarakat membutuhkan kerja sama.
Kesamaan tujuan
Warga memiliki tujuan bersama, seperti menciptakan lingkungan aman dan nyaman.
Kepedulian sosial
Warga membantu tetangga yang membutuhkan bantuan.
Peran tokoh masyarakat
Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat membantu menjaga hubungan antarwarga.
*) Disclaimer:
(Tribunnews/Bangkapos.com)