TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS – Suasana Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali lengang setelah rencana kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke daerah tersebut ditunda.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas pada Jumat (11/9/2026).
Dalam agenda tersebut, Presiden direncanakan meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Namun, rencana tersebut batal terlaksana sesuai jadwal.
Padahal, berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu telah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
Pantauan TribunBatam.id, Rabu (9/9/2026), suasana di sejumlah kawasan pusat aktivitas masyarakat Tarempa terlihat berjalan seperti biasa.
Baca juga: Melihat Fasilitas RSUD Tarempa Senilai Rp186 Miliar yang Bakal Diresmikan Presiden Prabowo
Tidak tampak keramaian maupun aktivitas khusus yang menunjukkan adanya persiapan penyambutan Presiden.
Salah satunya di kawasan Sungai Sugi Tarempa yang selama ini menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat.
Jalanan di kawasan tersebut terlihat lengang. Sejumlah sepeda motor dan mobil hanya sesekali melintas di antara deretan pertokoan dan bangunan di pinggir jalan.
Aktivitas warga juga berlangsung normal. Beberapa masyarakat terlihat menjalankan rutinitas sehari-hari, sementara kendaraan yang melintas tidak terlalu padat.
Suasana tersebut berbeda dengan bayangan ramainya aktivitas apabila kunjungan Presiden benar-benar berlangsung.
Kondisi ini juga terlihat sama seperti sebelumnya ketika kabar mengenai rencana kedatangan Prabowo ke Anambas mulai beredar.
Hingga Rabu, belum terlihat adanya pergerakan pasukan dalam jumlah besar dari sejumlah unsur pengamanan seperti Polda Kepulauan Riau, Korem 033/Wira Pratama, Kodaeral IV Batam maupun Paspampres.
Baca juga: Presiden Prabowo Tunda Kunjungan ke Anambas, Peresmian RSUD Tarempa dan Sekolah Rakyat Tunggu Info
Sejumlah titik yang sebelumnya diperkirakan menjadi bagian dari rangkaian pengamanan juga tidak menunjukkan aktivitas menonjol.
Masyarakat tetap menjalankan kegiatan mereka tanpa adanya perubahan berarti di pusat kota Tarempa.
Salah seorang warga, Dayat, mengatakan sejak kabar Presiden akan datang ke Anambas beredar, dirinya belum melihat pengamanan ketat dari aparat TNI-Polri di wilayah Tarempa.
"Kalau aktivitas masyarakat tetap biasa saja. Kita juga tidak melihat pasukan khusus yang lalu-lalang di Tarempa," ujarnya.
Menurutnya, suasana di Tarempa masih terlihat normal.
Warga juga tidak banyak terpengaruh dengan kabar penundaan kunjungan Presiden karena aktivitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa.
Sementara itu, warga lainnya, Sulistio, mengatakan persiapan terkait rencana kedatangan Presiden sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya.
Ia menyebut sejumlah anggota Paspampres bahkan telah datang ke Anambas untuk melakukan survei dan melihat langsung kondisi daerah yang akan dikunjungi Presiden.
"Waktu itu bulan Juni, Paspampres datang untuk survei dan disambut oleh kepala daerah. Saya tidak tahu berapa lama mereka berada di sini, tetapi intinya persiapan sudah berlangsung sejak lama," ujar Sulistio.
Selain melakukan survei di sejumlah lokasi, Bandara Medco Energi atau Bandara Matak juga disebut telah melalui proses sterilisasi saat dilakukan pengecekan oleh Paspampres.
Bandara tersebut sebelumnya direncanakan menjadi lokasi kedatangan Prabowo sebelum melanjutkan agenda kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Meski kunjungan Presiden akhirnya ditunda, Sulistio berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk kembali mematangkan berbagai persiapan, terutama terhadap agenda yang akan dilaksanakan nantinya.
"Kita berpikir positif saja. Dengan adanya penundaan ini, Pemkab Anambas bisa mengoptimalkan lagi berbagai persiapan," pungkas Sulistio. (TribunBatam.id/Ihsan Imaduddin)